Articles by "Akper Muba"
Tampilkan postingan dengan label Akper Muba. Tampilkan semua postingan

INFOSEKAYU.COM - Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin mengucapkan selamat mengabdi kepada 33 alumni Akper Pemkab Muba yang lulus CPNS tahun 2018.


"Alhamdulillah, ini salah satu bukti bahwa alumni Akper Pemkab Muba bisa turut andil memberikan kontribusi di bidang kesehatan di daerah Sumatera Selatan. sekali lagi  Saya ucapkan selamat bertugas dan terus berusaha bekerja dengan profesional dan mengabdi ke masyarakat di tempat tugas dengan ikhlas, sesuai dengan Tugas Pelayanan keperawatan yang kalian emban. Dan tolong bawa nama baik Daerah Musi Banyuasin sebagai tempat kalian dididik dan nama baik almamater Akper Musi Banyuasin  tempat kalian dibina selama ini," ucap Dodi.

Sebanyak 33 alumni Akademi Perawat (Akper) Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dinyatakan berhasil lulus Seleksji Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2018. Untuk penempatan, 33 alumni Akper Pemkab Muba ini tersebar di Rumah Sakit (RS) wilayah Sumatera Selatan dan luar Sumsel.

Adapun 33 nama alumni Akper Pemkab Muba yang lulus CPNS Tahun 2018 yakni di antaranya Dedes Puspasari, AMd Kep, Angkatan VII ditempatkan di RSUD Provinsi Fatimah di Palembang, Jamal, AMd Kep, (Angkatan V / RSUD Siti Fatimah), Sabrina Ayunani, AMd Kep, (Angkatan V / RSUD Siti Fatimah), Kasmanto, AMd Kep (Angkatan VI / UPTD Puskesmas Empat Lawang), Fitriani Dian Putri, AMd Kep, (Angkatan VI / RSUD Banyuasin), Febriyanti Putri, S Kep, (Angkatan VI / Puskesmas Bunga Mayang OKU Timur), Novan Giofammy, AMd Kep, (Angkatan XII / RS Siti Fatimah), Nurmita Sari, AMd Kep, (Angkatan XII / RS Khusus Paru).

Kemudian, Desi Ratna Sari, AMd Kep, (Angkatan XII / RSUD Empat Lawang), Anggi Anugrah, AMd Kep, Angkatan XI / RS Khusus Mata), Resti Martia, AMd Kep, (Angkatan IX / RSUD Siti Fatimah), Donny Frimajaya (Angkatan X / RS Khusus Mata), Lilis Suryani, AMd, Kep ( Angkatan IX / RSUD Siti Fatimah), Jenwari, AMd Kep, Angkatan X / RSUD Siti Fatimah), Mardaleni, AMd Kep, (Angkatan X / Polindes Tempirai PALI), Winda Puspita Sari, AMd Kep, Angkatan XI / Polindes Tempirai PALI), Anifa Sufiyana, AMd Kep (Angkatan I / RSUD Siti Fatimah), Agusdiman Saputra, AMd Kep, (Angkatan X / RSUD Siti Fatimah), Ade septiandi (Angkatan IX / Puskesmas Lauh Kabupaten Muratara).

Selanjutnya Dwi Pratiwi, AMd Kep, (Angkatan XII / Polindes Abab), Renda Saputra, AMd Kep, (Angkatan VII / RS Gigi & Mulut Provinsi Sumsel), Hernita, AMd Kep RS Gigi dan Mulut Angkatan 7, Rabiatul Sakinah Gumay, AMd Kep (Angkatan VII / Puskesmas Kalidoni Palembang), Imelda Damayanti, AMd Kep (Angkatan IX / RSUD Banyuasin), Marthina Nurmalasari, AMd Kep (Angkatan VI / RS Khusus Mata), Nyimas Yuniar Shafitri, AMd Kep (Angkatan VI / Bapelkes Prov Sumsel), Ayu Malfa Sari, AMd Kep (Angkatan IX / Dinkes Provinsi Sumsel), Lismadahniar, Amd Kep, (Angkatan X / RSUD Siti Fatimah Prov Sumsel), Nurhasan Mujamsyah Putran, S Kep (Angkatan 7 / RS Khusus Mata), Widya Puspitasari, S Kep Ns, (ANgkatan VII / RSUD Kabupaten Lampung Utara), Dwi Agustina Muharani RN (Angkatan VIII / Dinkes Prov Sumsel), Iwan Aka Putera (Angkatan III / RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumsel) dan Chitra, AMd Kep (Angkatan II / RS Khusus Mata.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Muba, dr Azmi Dariusmansyah mengatakan alumni Akper Pemkab Muba tersebar mengabdi di RS Sumsel maupun luar Sumsel. "Ini artinya, alumni Akper Pemkab Muba dapat melakukan pengabdian kepada masyarakat meskipun tidak di wilayah Muba dan mereka dibutuhkan di tempat lain," ucapnya.

Lanjutnya, alumni akper Pemkab Muba dari berbagai angkatan bisa memberikan kontribusi di bidang medis. "Sesuai harapan pak Bupati Dodi Reza alumni Akper Pemkab Muba harus turut andil memberikan kontribusi positif dimanapun berada," jelasnya. /red/


INFOSEKAYU.COM - Nasib Akademi Keperawatan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muba akhirnya menemukan titik terang. Peraturan yang membatasi Pemerintah Daerah untuk membiayai Akper yang berdiri sejak tahun 2002 tersebut, akhirnya diakhiri dengan solusi alih kelola ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terbaik di Sumsel yakni Universitas Sriwijaya (Unsri).


"Jadi, Akper Muba ini tetap bisa berjalan dan operasional dan akan di-handle oleh Universitas Sriwijaya," ungkap Rektor Universitas Sriwijaya (Unsri), Prof Dr Ir Anis Saggaff, MSCE, di sela Penandatanganan Nota Kesepahaman Penggabungan Akper Muba ke Universitas Sriwijaya, Jumat (28/9/2018).

Dikatakan, Akper Muba selama ini sudah berjalan dengan baik dan mencetak ribuan alumni sangat disayangkan kalau operasional dan aktifitas perkuliahan Akper Muba terhenti.

"Kami sangat apresiasi langkah Pemkab Muba dibawah instruksi pak Bupati H Dodi Reza Alex Noerdin untuk tetap bisa menghidupkan Akper Muba," ungkap Anis yang juga Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Sumsel.

Sementara itu, Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin mengatakan sudah menjadi cita-cita Pemkab Muba untuk tetap berupaya mempertahankan operasional Akper Muba.

"Solusi menggabungkan Akper Muba ke Unsri sudah sangat tepat dan kami berharap Akper Muba nantinya tetap bisa mencetak alumni berkualitas dan berprestasi," harapnya.

Dodi menambahkan, Pemkab Muba merasa sangat senang penggabungan Akper Muba ke Unsri bisa terealisasi sehingga ada kejelasan status dan operasional untuk mencetak tenaga kesehatan yang profesional. "Alhamdulillah kerjasama ini bisa berjalan lancar," pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, Pemkab Muba melalui Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin juga melakukan kerjasama dengan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek-Dikti) dan pihak Unsri terkait kerjasama Tentang Pendidikan, Penelitian, Pengabdian ke masyarakay dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. /red/