Articles by "Bahaya Narkoba"
Tampilkan postingan dengan label Bahaya Narkoba. Tampilkan semua postingan


INFOSEKAYU – Kanit Binmas Polsek Plakat tinggi Bripka Sumantri bersama Bhabinkamtibmas Bripka Firdaus memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba kepada siswa SMA Negeri 2 Plakat Tinggi Musi Banyuasin, Sabtu (24/8/2019).


Dalam kegiatan tersebut Bripka Sumantri menerangkan dampak buruk narkoba kepada siswa, Bripka Sumantri mengajak para siswa agar menjauhi dan memerangi narkoba, karena narkoba merusak generasi penerus bangsa.

Selain memberikan himbauan bahaya narkoba, Bripka sumatri juga menghimbau kepada para siswa agar rajin dan tekun belajar, karena para adik adik  pelajar merupakan calon calon pemimpin masa depan bangsa. Untuk membawa bangsa ini menjadi lebih baik lagi.

“Maka dari itu mari jauhi dan perangi narkoba, hindari kenakalan remaja, manfaatkan waktu untuk belajar, agar kelak dapat menjadi pemimpin pemimpin bangsa yang membawa bangsa ini menjadi lebih baik lagi”, terang Bripka Sumantri.

Kapolsek Plakat Tinggi Iptu Teguh HD, SH, menerangkan bahwa kita harus memberikan edukasi bahayanya narkoba kepada para siswa sejak dini, karena mereka merupakan calon pemimpin masa depan bangsa.

“Jangan sampai para siswa ini terjerumus dan merusak masa depan mereka, maka dari itu mari bersama kita jaga dan kita awasi anak anak kita agar tidak terjerumus. Selain memberikan himbauan agar menjauhi narkoba kepada para siswa kita juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar dapat bersama sama untuk memerangi narkoba,” ujar Kapolsek. /red/



INFOSEKAYU.COM - Pengguna narkoba hampir setiap tahun dipastikan jumlahnya meningkat, terlebih di bumi Serasan Sekate tercatat dari data Kejaksaan Negeri Muba, pelanggaran narkotika di Muba dari 2016-2017 meningkat yakni untuk pelanggaran narkotika di 2016 ada 143 perkara dan di 2017 meningkat menjadi 170 perkara.



Dan berdasarkan catatan Polres Muba tercatat berdasarkan hasil wawancara media dengan Kapolres Musi Banyuasin, AKBP Andes Purwanti tercatat 571 jiwa berstatus orang dengan gangguan jiwa dan didominisasi mengonsumi Narkoba dan ketergantungan Narkoba

Untuk meminimalisir dampak yang merugikan bagi generasi penerus Musi Banyuasin ke depannnya, Pemkab  Musi Banyuasin di bawah komando Bupati Muba Dodi Reza Alex terus berupaya menekan angka pengguna dan korban Napza.

Dalam hal pelayanan pengguna Napza, Pemda Muba melalui Dinas Kesehatan telah  menyiapkan pusat rehabilitasi rawat jalan dan rawat inap, yaitu rehabilitasi rawat pengguna Napza Puskesmas Tebing Bulang kecamatan Sungai Keruh dan rehabilitasi Rawat Inap RSUD Bayung Lencir.

Baik SDM dan regulasinya sudah diakui sebagai IPWL (Instansi Penerima Wajib Lapor-red). IPWL merupakan langkah dari Pemda yang bukan hanya sekedar pemberantasan tapi juga proses rehabilitasi pecandu yang bersinergi dengan institusi terkait seperti kepolisian dan Kementerian Kesehatan.

IPWL ini dibentuk berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan RI nomor 18/Menkes/SK/VII/2012 dengan tujuan merangkul pengguna atau pecandu narkoba sebagai proses rehabilitasi dengan menggunakan kebijakan public health.

"IPWL ini sudah dibuka sejak 2016 dan dalam memberikan pelayanan semua gratis mulai dari tahap pemeriksaan lab sampai pemberian obat. Dan Alhamdulillah untuk pelayanan rawat jalan IPWL Puskesmas Tebing Bulang sudah diakui pelayanan di tingkat nasional, sehingga sering mendapat kunker dari kabupaten atau propinsi lain di Indonesia

Dikatakannya, secara nasional implementasi pusat rehab pengguna napza di Muba diakui menjadi percontohan di nasional."Karena yang konsisten sudah berjalan hanya di Muba, jadi pusat rehabilitasi pengguna napza di Muba ini dinobatkan Kemenkes sebagai pusat rehab percontohan," terangnya.

Lanjutnya, tidak hanya di Puskesmas Tebing Bulang dan RSUD Bayung Lencir saja, tapi Dinkes Muba juga akan membuka pusat rehabilitasi rawat jalan di setiap puskesmas di wilayah Musi Banyuasi dengan memberikan pelatihan kepada SDM terkhusus pemegang program. Sehingga komitmen Pemerintah untuk fokus dalam menekan angka pengguna dan korban nafza dapat diminimalkan.

"Kalau mengacu  dari tahun 2017-2018 pengguna napza yang mendapatkan perawatan rehabilitasi menurun, tercatat di tahun 2017 ada 150 pasien dan hingga September 2018 ini ada 72 pasien," bebernya.

Meski demikian, keadaan ini dikhawatirkan akan menjadi seperti fenomena gunung es. Oleh karenanya, Pemkab Muba di tahun 2019 akan dimasukkan sebagai prioritas program Dinkes. /red/


INFOSEKAYU.COM -  Bahaya narkoba dan radikalisme saat ini dirasakan semakin menjadi fenomena utama dan menjadi ancaman kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, kita harus menjadi benteng kuat guna menjaga kualitas generasi kita yang cerdas.
 

Mewakili Bupati Musi Banyuasin (Muba) H Dodi Reza Alex Noerdin, Sekretaris Daerah Kabupaten Muba, Drs H Apriyadi, MSi, menegaskan hal itu saat membuka Workshop tentang Bahaya Narkoba dan Radikalisme bertempat di Opproom Pemkab Muba, Senin (1/10/2018).

Hadir di situ, keynote speakers workshop, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumsel, Brigjen Pol Drs Jhon Turman Panjaitan, Kodim 0401 Muba, Letnan Kolonel CZi Mulyadi, SIP, dan dari Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumsel serta Peserta Kirab Pemuda yang berasal dari daerah se Indonesia dan siswa-siswi SMA/MA se-Muba sebagai peserta seminar.

Dijelaskan Sekda, Kabupaten Muba dengan kondisi geografis yang cukup luas dan strategis yang dilewati jalan lintas timur dan tengah pulau Sumatera, dengan berbagai suku, budaya dan agama yang mampu hidup berdampingan dengan damai, aman dan nyaman.

Walaupun demikian Kabupaten Muba juga memiliki generasi muda yang besar, yang berdaya saing dan kreatif serta up to date terhadap perkembangan zaman yang tentunya sangat rentan terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba dan radikalisme.

"Sudah sangat masif terutama generasi muda, maka dari itu seluruh stakeholder Pemkab Muba merasa terpanggil, karena bisa memutuskan rantai penerus bangsa, maka kami bersatu melawan peredaran narkoba di Kabupaten Muba, salah satu bentuk perlawanan kami ialah kami sepakat buat Perda pelarangan pesta malam. Dikarenakan pesta malam banyak terjadi penyalahgunaan narkoba, perbuatan prostitusi dan pornoaksi, bukan pesta rakyat yang kami larang tapi pesta di malam hari itu," ujarnya.

Ia menambahkan, bahwa rasa cinta kepada tanah air harus tetap menjadi benteng kuat bagi kita semua, khususnya generasi muda ditengah berbagai fenomena trend globalisasi yang begitu dinamis. Terlebih dengan perkembangan teknologi informasi seperti media sosial yang sangat mudahnya berbagai informasi baik itu positif maupun negatif dengan mudah tersebar.

“Saya berharap para peserta seminar ini dapat menjadi agen – agen pemersatu bangsa, anti radikalisme dan juga siap memerangi narkoba dimana pun, kapanpun serta dalam situasi apapun. Mari kita Jaga bersama Kesatuan dan Persatuan Negara Republik Indonesia," harapnya. /red/

 

INFOSEKAYU.COM - Sepanjang tahun 2018, tercatat sudah ada tujuh bandar narkoba yang ditembak mati oleh petugas Ditres Narkoba Polda Sumsel dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumsel.


Dari catatan yang dihimpun, tujuh bandar narkoba yang ditembak mati tersebut yakni, Michael (30), Erwin (26) dan Jonly (27) dengan barang bukti 5,1 kilogram sabu.

Ketiganya ditembak pada Minggu (19/4/2018), di Kabupaten Banyuasin, Sumsel ketika hendak melarikan diri saat digerbek oleh petugas Ditres Narkoba Polda Sumsel.

Kemudian petugas BNN Sumsel juga menembak mati dua pelaku bandar narkoba inisial H warga Balelang dan Y warga Cakung, Jakarta Timur saat hendak menyelundupkan tiga kilo sabu dan 5.000 butir pil ekstasi dari Malaysia, keduanya ditembak mati pada Rabu (9/5/2018).

Selanjutnya Baharudin warga jalan desa Lalang Sembawa, Kabupaten Banyuasin, juga ditembak mati setelah kedapatan membawa barang bukti 1 kilogram sabu pada Jumat (31/8/2018). Kemudian terakhir yakni Haryanto (30) warga Desa Air itam, Kecamatan Penukal, kabupaten PALI, Sumsel pada Kamis (6/9/2018).

Direktur Ditres Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Farman mengatakan, peredaran narkoba di Bumi Sriwijaya mulai menjadikan pasar para bandar untuk mengedarkan barang haram yakni narkoba.

Wilayah Sumsel sebelumnya hanya sebagai wilayah perlintasan untuk menyelundupkan sabu di pulau Sumatera.

Namun saat ini telah menjadi lokasi tempat pengedaran hingga telah sangat meresahkan masyarakat.

Tindakan tegas dengan menembak mati kepada para bandar, menurut Farman sebagai langkah efektif membuat panik para pelaku untuk tidak kembali menyelundupkan narkoba.

"Tak hanya merusak generasi muda, tapi narkoba bisa merusak bangsa, jika pecandu dan pengedar marak beraksi," ujar Farman.

Farman mengatakan, peran dari masyarakat untuk memberikan informasi jika maraknya peredaran diwilayah mereka sangat penting.

Sehingga petugas bisa langsung melakukan penindakan dan menangkap para pelaku.

"Masyarakat sangat penting, jangan takut memberikan informasi. Pelaku juga tak segan akan kami tembak mati jika melakukan perlawanan,” ujarnya. /red/

Sumber : Sripoku.com


INFOSEKAYU.COM - Tampak suasana berbeda  di halaman Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Sekayu, Senin (20/8/2018). Setiap Senin pagi, para murid disekolah itu melaksanakan upacara bendera, biasanya dalam pelaksanaan upacara bendera yang bertindak sebagai inspektur upacara adalah kepala sekolah ataupun staf dan guru.



Namun kali ini tak seperti biasanya, yang bertindak selaku inspektur upacara pagi itu adalah Kapolres Musi Banyuasin AKBP Andes Purwanti SE, MM.

Dalam kesempatan tersebut Kapolres Muba mengucapkan terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan. Dalam arahannya Kapolres wanita pertama di Muba itu menyampaikan tentang bahayanya penyalahgunaan narkoba, Kapolres Menghimbau kepada para murid murid yang mengikuti upacara pagi itu untuk menjauhi narkoba, "Karena narkoba dapat merusak kualitas sumber daya yang kita miliki, para pelajar merupakan generasi dan aset bangsa yang harus memiliki kemampuan intelektual yang baik, kesehatan prima, berkepribadian dengan nilai nilai spiritual yang baik," tegasnya.

Sehingga berdampak terhadap upaya pencapaian pembangunan nasional yang dilaksanakan .

Selain narkoba, Kapolres Muba juga menyampaikan bahwa di era globalisasi dan kemajuan teknologi, informasi telah memberi pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan, tidak hanya mempermudah berbagai aspek kehidupan namun dapat juga menimbulkan dampak negatif.

Salah satu contoh nyata dari kemajuan teknologi yaitu melalui media sosial yang digunakan untuk ujaran kebencian, hasutan bahkan melakukan tindakan bullying di dunia maya. Dari itu Kapolres Muba menghimbau agar para siswa jangan sampai terprovokasi dan terhasut.

Sebelum mengakhiri amanatnya Kapolres Muba menyampaikan kepada para siswa agar meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, tanamkan sikap tenggang rasa. "Jadilah relawan stop bahaya narkoba, jadilah anak yang dapat dibanggakan orang tua, guru,masyarakat dan bangsa, tanamkan tekad semangat dan motivasi yang tinggi untuk terus belajar dan berlatih serta hindari memberikan stigma negatif terhadap pengguna narkoba yang menjadi korban, bantulah untuk pulih agar memiliki masa depan yang lebih baik," sampai Kapolres.
 


Kapolres Muba Akbp Andes Purwanti, SE, MM, menerangkan bahwa kegiatan ini merupakan sebagai bentuk kepedulian pihaknya kepada para remaja agar tidak terjerumus terhadap penyalahgunaan narkoba.

"Selain itu kegiatan ini juga merupakan rangkaian HUT ke 70 Polisi wanita (Polwan) tahun 2018, dan pada hari ini seluruh Polwan menjadi Inspektur upacara serta memberikan edukasi kepada komunitas sekolah  yang dilaksanakan secara serentak se-Indonesia," tandasnya. /red/