Articles by "Info Pariwisata"
Tampilkan postingan dengan label Info Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Sekayu, Infosekayu.com - Jum'at, 23 Oktober 2020, Dalam rangka pemanfaatan Danau Ulak Lia sebagai Ecosport Tourims, Dinas Perikanan dan Dispopar Kab. Muba melakukan restocking ikan konsumsi sebanyak 135 ribu yang terdiri dari ikan Jelawat dan Nilem yang berasal dari bantuan BPBAT Jambi.

Selain menebarkan bibir ikan, Plt. Kadispopar Muba, Muhammad Fariz, SSTP, MM didampingi beberapa Kabid berdiskusi bersama Plt. Kepala Dinas Perikanan, Hendra Tris Tomy, S.STP, M.Dev mengenai sinergi pengembangan Danau Ulak Lia agar bisa menjadi tempat wisata yang nyaman bagi masyarakat, terutama dalam menyambut gelaran Anugerah Pesona Indonesia tahun 2021 dimana Kabupaten Musi Banyuasin menjadi tuan rumah acara tersebut.

SEKAYU, INFOSEKAYU.COM  – Sejumlah destinasi atau spot wisata di Sumsel masuk dalam nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) 2020. Dua di antaranya berada di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Muba, Muhammad Fariz membenarkan kabar gembira tersebut.

“Kami sudah mendapat pemberitahuan bahwa dari Muba ada destinasi atau dua spot wisata yang masuk nominasi API 2020,” katanya. Minggu (2/8)

Anugerah Pesona Indonesia adalah pemberian penghargaan yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  (Kemenparekraf) bekerja sama dengan PT Ayo Jalan Jalan.

Menurut Fariz, dua spot wisata Muba yang masuk nominasi adalah Bekarang nominasi untuk kategori wisata air terpopuler dan Muba International Supermoto masuk nominasi wisata olahraga dan petualangan terpopuler. “Untuk bisa meraih sebagai juara dua spot wisata tersebut butuh dukungan atau vote yang banyak,” ujarnya.

Untuk kategori wisata air terpopuler, Bekarang harus bersaing dengan nominasi lain diantaranya, Arung Jeram Kabupaten Kulon Progo, Cliff Jumping Kiluh Falls Kabupaten Jayapura, Island Hopping Pulau Meko Kabupaten Flores Timur dan Surfing Sama Dua Kabupaten Aceh Selatan.

Sementara itu, Muba International Supermoto bersaing dengan nominator diantaranya, Batu Paralayang Kota Batu, Jelajah Hutan Lambu Sangi Kabupaten Buton, Panjang Tebing Silokek Kabupaten Sijunjung, Slemen Temple Run Kabupaten Sleman, Tarawesi Motocros Kabupaten Buru dan Trekking Gunung Tambora Kabupaten Dompu.

Selain bersaing pada API 2020 yang malam puncak penganugerahan akan berlangsung di Balikpapan, Kabupaten Muba juga akan menjadi tuan rumah malam Anugerah Pesona Indonesia (API) 2021. PT Ayo Jalan-jalan Indonesia berdasarkan surat Nomor : AJJ/ AD/ 015/ VI/2020, tanggal 2 Juni 2020 telah menetapkan even nasional tersebut berlangsung di Sekayu, Kabupaten Muba pada November 2021 dengan dihadiri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishunatama. Kjs

Sumber : PALPOS.ID

SEKAYU, INFOSEKAYU.COM —Pandemi COVID-19 yang saat ini masih melanda tentunya sangat melumpuhkan semua sektor salah satunya sektor pariwisata. Tidak ingin, sektor pariwisata tenggelam pada saat pandemi dukungan usaha datang Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Muba mensuport secara penuh sektor pariwisata Tanjung Manau Kuning di Kecamatan Jirak Jaya dan Waterboom Gunung Sari Jos di Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Muba.

Bupati Musi Banyuasin melalui Kepala Dispopar Muba, M Fariz SSTP, mengatakan memang sektor pariwisata saat ini juga terkena efek pandemi COVID-19. Oleh karena itu, dirinya bersama Camat Jirak Jaya dan Kades Jerambah Gantung berdiskusi mengenai bagaimana untuk membangkitkan kembali sektor usaha pariwisata di Muba setelah lama vakum akibat terdampak COVID-19.

“Ya, di Kecamatan Jirak Jaya ini ada Tanjung Manau Kuning dan Waterboom Gunung Sari  kedua potensi wisata ini sebelum pandemi banyak dikunjungi. Memasuki pandemi sudah mulai berkurang pengunjungnya, oleh karena itu tempat ini wajib kita suport untuk terus berkembang,”kata Fariz, Jumat (29/7/20).

Dalam menghidupkan sektor pariwisata pihaknya menawarkan kepada Camat untuk membuat sebuah event seperti festival atau perlombaan dalam bentuk promosi pariwisata di Kecamatan Jirak Jaya.

“Kita akan suport terus, selagi itu untuk perkembangan pariwisata di Bumi Serasan Sekate,”ungkapmya.

Selain itu pihaknya menyalurkan bantuan masker dari kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk pelaku usaha pariwisata terdampak COVID-19 di Muba. “Total ada lebih dari 1000 masker yang akan dibagikan nantinya untuk pelaku pariwisata,”jelasnya.

Sementata itu, Camat Jirak Jaya Yudi Suhendra SE MSi, menambahkan pihaknya mengapresiasi langkah cepat Dispopar Muba dalam menghidupkan potensi pariwisata di era new normal. Setelah ini, pihaknya berharap adanya sinergitas antara Dispopar Muba dan Pemerintah Kecamatan untuk pengembangan potensi wisata desa menjadi destinasi unggulan di Kabupaten Muba.

“Pemerintah Kecamatan akan berupaya menyelenggarakan event tahunan, seperti menggelar parade budaya masing-masing desa tentunya bekerja sama dengan Dispopar Muba. Apabila potensi pariwisata di Kecamatan Jirak Jaya sudah dikenal, maka event tersebut bukan tidak mungkin akan diselenggarakan setiap tahunnya,” ungkapnya. Kjs 

SEKAYU- Sorak sorai antar pendukung finalis Kuyung Kupek Tahun 2019 membuat suasana Opproom Pemkab Muba bertambah meriah, Senin malam (25/11/2019) di ajang Malam Grand Final Pemilihan Kuyung Kupek Musi Banyuasin Tahun 2019 yang juga merupakan event tahunan Dinas Pemuda Olahraha dan Pariwisata Muba. 

Ribuan pendukung masing-masing finalis Kuyung Kupek 2019 memadati Opproom Pemkab Muba. Masing-masing pendukung membawa spanduk dukungan dan tak henti-hentinya memberikan yel-yel dukungan kepada masing-masing 15 pasang finalis. 

"Tahun ini pelaksanaan Kuyung Kupek paling meriah sepanjang masa. Semoga terus dipertahankan dan ditingkatkan," ungkap Bupati Muba Dodi Reza. 
Menurutnya, Kuyung Kupek mempunyai PR sendiri untuk bersinergi dengan Pemkab Muba dalam hal ini Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Muba untuk terus menggencarkan promosi pariwisata yang ada di Muba.

"Ke depan tugas yang harus dijalankan Kuyung Kupek Muba yakni lebih menggencarkan lagi promosi pariwisata Muba dan selain itu membawa produk Gambo Muba mendunia," harapnya.

Dodi menambahkan, saat ini produk Gambo Muba yang di inisiasi Ketua TP PKK Muba sudah sangat dikenal di dalam negeri maupun luar negeri. "Nah, ke depan Kuyung Kupek Muba inilah yang juga harus all out mengenalkan produk Gambo Muba sehingga lebih dikenal dan diminati lagi di Mancanegara," harapnya.

Sementara itu, Plt Kadispopar Muba Muhammad Fariz tujuan pelaksanaan acara tersebut, untuk dapat memilih satu pasang Kuyung dan Kupek duta wisata Kabupaten Muba untuk menjadi yang dapat mempromosikan kebudayaan dan pariwisata di Kabupaten Musi Banyuasin.

"Kuyung Kupek Muba ini, nantinya akan menjadi mitra atau bersinergi dengan Pemerintah untuk mengenalkan dan turut serta mengembangkan potensi-potensi yang ada di Kabupaten Muba," ungkapnya.

Fariz menambahkan, kesuksesan dan kemeriahan pelaksanaan Pemilihan Kuyung Kupek 2019 ini tidak terlepas dari dukungan Bupati Muba Dodi Reza. 

"Kegiatan ini juga merupakan komitmen pak Bupati Dodi Reza untuk menggandeng generasi muda turut memajukan daerah Muba yang kita cintai ini," tukasnya. 

Pada kegiatan tersebut kemeriahan semakin tak terbendung ketika Republik Band dan Puteri Indonesia Tahun 2018 Sonia Fergina Citra tampil menghibur peserta dan audiens Malam Grand Final Pemilihan Kuyung Kupek Musi Banyuasin Tahun 2019. 

Diketahui, setelah melewati proses seleksi ketat akhirnya Kuyung Kupek Terpilih Tahun 2019 diraih oleh Kuyung Muba, M Agung Pratama merupakan wakil dari PMI Kabupaten Muba dan Kupek Muba Tahun 2019 Putri Meme Peni perwakilan dari Kecamatan Sungai Lilin. Kemudian, Wakil I Kuyung Muba 2019, Arya Dimas Aditya dan Wakil I Kupek Muba 2019 Jelita Gabriella Putri, wakil II Kuyung Muba 2019  Agung Ferdiansyah dan Wakil II Kupek Muba 2019  Diana Meta Sari.

INFOSEKAYU - Ada sebuah legenda, tentang tanah yang bisa dimakan dan berkhasiat sebagai obat-obatan. Tanah ini terdapat di Desa Telukkijing II, Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).


Cerita asal muasal tanah ini hampir sama dengan Malin Kundang di Sumatera Barat. Dahulu kala, konon ada seorang pemuda bernama Dempo Awang yang durhaka pada ibunya. Ia disumpahi Ibunya sehingga kapalnya karam di Sungai Musi dan bekal bahan pokok seperti beras, ketan, gandum tenggelam hingga kemudian menjadi Tanampo tersebut.

Demi melestarikan kearifan lokal legenda tersebut, pada Jumat, (30/8/2019), Kadispopar Muba yang turun langsung meninjau lokasi Tanampo mengatakan bahwa Tanampo ini punya potensi wisata budaya dan mempunyai pesan moral yang baik sekali yaitu bahwa kita sebagai anak jangan pernah sekali-kali menyakiti hati orang tua apalagi hati seorang Ibu.

"Tanampo ini mempunyai potensi wisata budaya yang dapat diberdayakan bagi kemaslahatan masyarakat setempat, untuk itu ke depannya Pemkab Muba melalui Kadispopar Muba akan mengadakan suatu even Pariwisata di lokasi Tanampo ini. Untuk maksimalnya kegiatan nanti, kita mengajak Camat Kecamatan Lais dan Kades Teluk Kijing II serta masyarakat setempat untuk bahu membahu mempromosikan Tanampo ini," ujarnya.

Jika Anda ingin berkunjung dan melihat adanya kebenaran tanah yang bisa dimakan ini maka datanglah ke Desa Teluk Kijing II di musim kemarau, karena air musi sedang surut dan tampak tanah Tanampo itu. /red/


INFOSEKAYU - Kabupaten Musi Banyuasin terus berbenah, tidak hanya fokus pada percepatan infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia, di bawah nahkoda Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin saat ini juga segmen pariwisata terus digarap dengan mengusung konsep pariwisata olahraga atau sport tourism.


Betapa tidak, setelah sukses dengan Bongen Festival yang memadukan wisata alam dengan kegiatan seni dan budaya yang mengangkat produk kearifan lokal, Plt Kadispopar Muba Muhammad Fariz dalam kurun waktu September-Desember 2019 akan banyak menggelar event-event olahraga bertaraf nasional dan internasional yang bakal digelar di Bumi Serasan Sekate yakni diantaranya Ranggonang off road challenge 2019, Motoprix 2019, Muba Asia Gymkhana Championship 2019, dan Muba Asia Supermoto 2019.

Pada pembukaan Sport Village Festival (SVF) ke-14 yang berlangsung di Pantai Matahari Terbit, Sanur, Denpasar, Rabu (21/8/2019) yang dibuka secara langsung oleh Menteri Pariwisata RI Arief Yahya juga menyempatkan diri berkunjung meninjau stan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Provinsi Sumatera Selatan yang ikut meramaikan SVF untuk pertama kalinya.

"Muba ini punya konsep sendiri dengan mengusung konsep sport tourism, ya kalau terus konsisten seperti ini saya berkeyakinan dan optimis kalau Muba bisa jadi rujukan tempat pariwisata olahraga," ungkap Menpar Arif Yahya di sela mengunjungi stan Pemkab Muba.

Menurutnya, banyak cara yang bisa dilakukan untuk memajukan pariwisata daerah, tidak meski wisata alam, seperti halnya di Muba yang sangat dikenal dengan kelengkapan fasilitas olahraga dan wisata alam yang sarat dengan spot kegiatan olahraga.

"Jadi, olahraga dan pariwisata bisa dipadukan, konsep seperti ini sangat bagus dan tentu tidak hanya mencuri perhatian wisatawan lokal tapi juga mancanegara," ungkapnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menambahkan, keikutsertaan Pemkab Muba melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kabupaten Muba di SVF 2019 ini merupakan langkah cerdik guna mempromosikan potensi kepariwisataan Kabupaten Muba kepada wisatawan.

"Kalau mau promosi pariwisata, jika punya uang akan lebih bagus di luar negeri. Tapi kalau uang kita terbatas, pariwisata di Bali sudah seperti luar negeri karena di Bali itu banyak wisatawan, baik wisatawan mancanegara maupun domestik. Dengan kata lain, apa yang dilakukan oleh Kabupaten Muba ini adalah langkah cerdik ikut promosi di Bali. Setelah ikut ini (Sanur Village Festival) akan terasa, Muba akan lebih cepat dikenal," ujar Arief Yahya.

Sementara itu, Plt Kepala Dispopar Kabupaten Muba, Muhammad Fariz mengungkapkan pihaknya secara agresif melakukan promosi dengan tujuan untuk mendatangkan wisatawan ke Kabupaten Muba. Sejauh ini ranahnya fokus dengan konsep sport tourism, diantaranya dengan menggelar event-event otomotif bertaraf Nasional maupun Asia di Kota Olahraga Musi Banyuasin.

"SVF ini sedang trending topic dan masuk 8 besar calender of event Kemenpar, inilah yang mendorong kami ikut berpartisipasi di sini. Langkah ini juga sejalan dengan visi Bupati H. Dodi Reza Alex Noerdin, yaitu Muba Maju Berjaya melalui promosi di tingkat Nasional maupun Internasional. Jadi intinya adalah melalui promosi ini kami ingin meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke daerah kami, baik domestik maupun mancanegara," ungkap Muhammad Fariz.

Fariz menambahkan, di ajang SVF ini banyak yang sejalan dengan Kabupate Muba. Misalnya saja, dengan upaya meminimalisasir sampah plastik dimana di ajang SVF di Bali ini pengunjung dan warga tidak diperkenankan memakai kantong plastik tetapi hanya diperbolehkan menggunakan keranjang rotan.

"Ini juga yang sudah dilakukan di Muba, keikutsertaan di ajang SVF ini banyak pelajaran yang bisa di implementasikan nantinya di Muba tidak lain untuk memajukan pariwisata daerah," ulasnya.

Lanjutnya, dalam waktu dekat pihaknya juga bakal menggelar event-event olahraga yang dipadukan dengan wisata alam yakni diantaranya Ranggonang off road challenge 2019, Motoprix 2019, Muba Asia Gymkhana Championship 2019, dan Muba Asia Supermoto 2019.

"Konsep seperti ini selain menyisir tempat wisata alam yang berpotensi, juga dapat lebih memajukan olahraga dan meningkatkan potensi olahragawan yang tidak hanya di level Kabupaten Muba tapi di tingkat nasional hingga internasional," pungkasnya.

Diketahui, pada kesempatan pembukaan SVF tersebut Dispopar Muba yang turut didampingi Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Muba, Iwan Aldes menampilkan produk-produk unggulan, diantaranya Kain Gambo Muba binaan Dekranasda Kabupaten Muba yang diketuai oleh Hj Thia Yufada Dodi, seperti jaket Bomber, syal, gantungan kunci, payung dan lain-lain.

Ada pula olahan makanan sehat ecofoods yang berasal dari Kecamatan Lalan dan produk ekonomi kreatif, serta didukung pamflet dan booklet pariwisata dan video promosi Kabupaten Muba. /red/


INFOSEKAYU - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin  (Muba) melalui pengurus KONI, PSSI, PBVSI dan FPTI Kabupaten Muba bekerjasama menggelar Festival Bongen ke 2 tahun 2019, dalam rangka HUT Kemerdekaan Republik Indonesi ke-74.


Jumat (9/8/2019) sore bertempat di Sekayu Water Front, mewakili Bupati Muba H Dodi Reza Alex, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Muba H Rusli SP MM membuka secara resmi Festival Bongen ke dua ditandai dengan penyerahan Bendera KONI secara simbolis yang dibawakan oleh atlet Panjat Tebing Muba dengan menggunakan Flying Fox.

Dalam sambutan Bupati Muba, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra mengungkapkan apresiasi atas penyelenggaraan turnamen ini, selain merupakan ajang rekreasi dan hiburan juga sebagai bagian untuk memperkenalkan sepak bola pantai atau Bongen (Beach Soccer Championship), voli pantai (beach volley ball), flying fox dan renang perairan terbuka (Open Water Championship).

"Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa olahraga tersebut di Indonesia merupakan olahraga baru di masyarakat. Untuk itu perlu usaha dan kerja keras dari kita semua dalam emmajukan cabang olahraga ini. Melalui festival bongen ke 2 tahun 2019 setidaknya memberikan kegiatan yang positif untuk wadah memperkenalkan cabang olahraga ini di lingkungan Kabupaten Muba umumnya dan Sekayu pada khususnya," ucap Rusli.

Rusli juga berpesan kepada para peserta bahwa meraih juara bukan tujuan utama, akan tetapi yang lebih penting adalah bermain dengan hati yang senang dan ikuti setiap peraturan pertandingan.

"Keikutsertaan dalam pertandingan ini adalah kesempatan yang sangat berharga, untuk itu gunakan dengan sebaik-baiknya. Juga kepada para wasit/juri saya berpesan untuk bertugas dengan jujur, tegas dan obyektif sehingga pertandingan ini dapat berjalan dengan tertib dan lancar. Semoga pertandingan ini selnajutkan akan terus berkelanjutan untuk tahun yang akan datang," pungkasnya.

Lanjutnya, "Bongen atau pantai musiman Sekayu ini merupakan aset dan potensi pariwisata di kabupaten Muba, maka dari itu mari kita jaga dan manfatakan, jadikan agenda festival tahunan di Muba. Saya berpesan kepada masyarakat yang datang kesini, mari kita jaga dengan kebersihan, jangan buang sampah sembarangan sehingga nampak rapi dan tidak kotor,"pesannya.

Sementara itu Ketua KONI Kabupaten Muba Raplen ST menjelaskan beberap tim turut serta dalam setiap cabang olahraga yang dipertandingkan.

"Adapun peserta yang mengikuti turnamen volly ada dari tim Palembang dan Muba dengan jumlah peserta 25 tim. Kemudian beach Soccer berjumlah 19 tim dari Muba sementara untuk renang perairan belum dibuka untuk umum karena berisiko tinggi, maka melibatkan atlet yang sudah terlatih. Turnamen akan berlangsung dimulai tanggal 9 hingga 13 Agustus 2019 pukul 16.00 WIB di Pantai Bongen Sekayu Water Front," bebernya. /red/



INFOSEKAYU - Suasana ramai dan penuh kegiatan menarik tampak di momen menuju festival Bongen tepat di bibir sungai Musi Sekayu. Suasana tahunan yang akrab disebut warga Bumi Serasan Sekate tersebut bertambah ramai ketika Bupati Muba Dodi Reza didampingi istri tercinta Thia Yufada hadir di tengah-tengah masyarakat menikmati suasana petang.


Pantauan di lokasi tampak Bupati Muba Dodi Reza memakai pakaian santai bak berada di area pantai sambil menikmati kegiatan kreatif yang disajikan oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Muba.

"Kalau selama ini kan momen menuju festival bongen dibuat biasa-biasa saja padahal ini menjadi tradisi masyarakat Sekayu tiap tahunnya, kan sayang kalau dilewati begitu saja," kata Dodi.

Menurutnya, dengan diisi rangkaian kegiatan seperti live music dan fashion show, festival bongen bisa menjadi agenda tahunan yang turut serta mengangkat budaya kearifan lokal. "Tahun depan festival bongen kita buat lebih meriah lagi," tuturnya.

Sementara itu, Plt Kadispopar Muba Muhammad Fariz menyebutkan selama musim air surut dan banyak bongen (pasir, baca) rangkaian kegiatan menuju festival bongen akan terus disajikan untuk warga Muba secara gratis.

"Ada live musik, tari dari sanggar Sak Ayu dan fashion show Gambo Muba yang membuat suasana menuju festival bongen lebih meriah lagi," tuturnya.

Fariz menyebutkan, di weekend pengunjung ke festival bongen sangat ramai dan tetap pihaknya mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan. "Kebersihan kita jaga bersama," pungkasnya. /red/



INFOSEKAYU - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata menggelar Rapat Pembahasan Persiapan Selam Dasar Bagi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Muba, Wisata Alam Bongen, Penggunaan Stadion Serasan Sekate Untuk Muba United Liga 3, dan Liga Pemuda Ikatan Mahasiswa Muba, Selasa (30/07/2019) di Ruang Rapat Randik.


Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kabupaten Musi Banyuasin, Muhammad Fariz SSTP, mengatakan, dalam rapat ini ada empat pembahasan kegiatan yang akan di selenggarakan pada bulan Agustus dan bertujuan untuk menghibur masyarakat di Kabupaten Muba.

"Perlu dilaksanakan kegiatan supaya memberi hiburan untuk masyarakat, kemudian untuk persiapan kami mohon bantuan kepada pemerintah dan OPD terkait untuk mengarahkan empat kegiatan ini agar berjalan dengan lancar pada Agustus mendatang," ujarnya.

Sementara itu Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, H Rusli, SP, MM, mengatakan, empat kegiatan ini persiapkan dengan rapi,  pelatihan selam dasar, persiapan United Liga 3 di stadion Serasan sekate, wisata alam bongen, dan turnamen IMMUBA.

"Persiapkan dari BPBD dan TAGANA masing-masing 10 orang untuk mengikuti pelatihan, untuk United Liga 3 di Stadion Serasan Sekate siapkan gawang berserta kelengkapan lapangan, untuk wisata bongen silahkan berkolaborasi ciptakan wisata tahunan yang menarik, kemudian untuk turnamen Liga IMMUBA nanti di bahas lagi dalam rapat khusus," ujarnya.

Kemudian ia menambahkan, ia sangat mendukung empat kegiatan ini, untuk OPD terkait dapat  menyiapkan untuk kegiatan tersebut.

"Saya sangat mensupport kegiatan-kegiatan ini, saya yakin dengan kebersamaan kita pelaksanaan kegiatan-kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan baik," pungkasnya. /red/


INFOSEKAYU - Surutnya sungai Musi yang membelah kota Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) membuat pemandangan di bibir Sungai seperti di Pantai Kuta Bali. Momen tahunan setahun sekali ini membuat tak sedikit warga Sekayu berbondong-bondong ketika sore hari untuk menikmati pemandangan bongen (pasir, red) tersebut. 


Tak ingin momen ini lewat begitu saja, tahun ini Pemkab Muba melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dispopar) Muba akan menggelar festival bongen dengan menghadirkan banyak kegiatan menarik.

"Tahun ini ada hal yang berbeda, kali ini kita sajikan hal yang menarik, seperti tradisional dance, Live Music, serta Bin Bag dan payung untuk bersantai para pengunjung," ujar Plt Kadispopar Muba, Muhammad Fariz.

Selama ini, kata Fariz, setiap pasir muncul tidak ada kegiatan apapun, dimana warga yang datang hanya bermain pasir dan air di pinggir sungai. Hal itu tentunya terkesan monoton dan hilang begitu saja.

"Ini suasana baru, artinya masyarakat tidak hanya turun ke bongen yang biasanya cuman bermain pasir serta berenang renang saja, kali ini banyak pilihan, bisa bersantai sambil menonton pertunjukkan," kata dia.

Sementara itu, salah satu warga Sekayu, Fajri, mengatakan, dirinya dan keluarga sangat terkejut dengan adanya tampilan yang beda pada Bongen 2019 di belakang Rumah Dinas Wakil Bupati Muba itu.

"Saat datang kita juga bingung, karena baru pertama kali seperti ini, ada pertunjukkan, ada tempat bersantai. Ini sangat kreatif, kita dimanjakan dengan berbagai pertunjukan dan kegiatan positif sembari menunggu Sunset atau matahari terbenam," tandas dia.

INFOSEKAYU.COM - Kalau di banyak daerah biasanya embung atau cekungan penampung hanya dijadikan untuk penampungan air hujan, kali ini berbeda di Desa Gajah Mati Kecamatan Babat Supat (Batsu) Kabupaten Musi Banyuasin.


Di Desa Gajah Mati ini, justru Embung yang dinamai Embung Senja disulap menjadi lokasi wisata air yang kini menarik wisatawan dari daerah tersebut bahkan dari luar daerah.

Pantauan di lokasi tampak lokasi Embung Senja tersebut sangat bersih dan terdapat beberapa wahana permainan air seperti kapal bebek dan taman cinta yang membuat pengunjung semakin betah ketika berkunjung ke sana. 

"Ini kreatif, saya akan terus support warga desa yang punya terobosan seperti ini," ujar Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin di sela silaturahmi dengan Warga Babat Supat sekaligus peresmian wisata air Embung Senja, Jumat (22/2/2019).

Dikatakan Dodi, saat ini dirinya bersama warga Muba tidak hanya gotong royonf gencar melakukan inovasi pembangunan tetapi juga gencar mengangkat potensi yang ada di Desa Musi Banyuasin untuk terus dikembangkan bahkan dikenalkan ke mancanegara.

"Sudah banyak produk inovasi desa di Muba yang kita bawa ke mancanegara dan ini akan terus dipertahankan dan dikembangkan sebagai kebanggaan Musi Banyuasin," tuturnya.

Sementara itu, Camat Babat Supat Rio Aditya mengatakan untuk tahun 2019 Kecamatan Babat Supat, mendapatkan alokasi dana APBD sebanyak Rp17 Miliar, terdiri dari 16 paket kegiatan yang terbagi di beberapa desa.

"Terima kasih kepada pak Bupati Dodi Reza, beberapa paket kegiatan itu tentu ada prioritas utama, dan sangat bermanfaat bagi kami," ujarnya

Terkait dengan situasi keamanan menjelang pemilihan umum 2019, Ia menuturkan sampai saat ini situasi kamtibmas masih kondusif, dan terus berkoordinasi dengan Polsek Babat Supat dan Koramil Sungai Lilin.

"Dalam hal ini juga kami menghimbau serta mengajak seluruh masyarakat untuk mensukseskan Pemilu pada tanggal 17 april 2019 mendatang, dengan mendatangi TPS masing-masing, dan mengingatkan lingkungan sekitar apabila ada yang belum terdata diharapkan melaporkan ke pihak terkait," imbuhnya.

Tokoh masyarakat Desa Gajah Mati, Selamat Sugiarto mengungkapkan bahwa di Desa Gajah Mati terdapat wisata alam yang dikelola Karang Taruna desa dan mendapatkan support dari Bupati Muba Dodi Reza yakni Embung Senja. "Dengan adanya tempat wisata Embung Senja ini kami berharap desa kami akan semakin maju," imbuhnya.

"Selain itu kami juga mengharapkan bantuan perbaikan ruas jalan yang rusak di desa kami," tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin juga melakukan penyerahan 500 buku secara simbolis kepada Kepala Desa Gajah Mati dan Camat Babat Supat dengan judul program sirkulasi. /red/



INFOSEKAYU.COM - Admin Serasan Sekate (Asese) bersama komunitas fotografi Indonesia Cabang Musi Banyuasin, melakukan jelajah muba ke bukit benape, kec. Sungai Keruh.


Tidak banyak yang mengetahui tentang keberadaan Bukit Benape yang memiliki ketinggian 1760 meter DPL (Dari Permukaan Laut – red), atau diklaim sebagai bukit tertinggi di Mudi Banyuasin ini.

Bukit Benape terletak di Dusun Keramat Jaya Dusun Jebang Kecamatan Sungai Keruh, menuju lokasi harus melwati medan yang tidak mudah.


Apalagi musim penghujan saat ini, dengan jarak lebih kurang 80km dari sekayu, bisa ditempuh memakan waktu lebih kurang 6 jam perjalanan.

Dengan rincian, dari Sekayu menuju Desa Keramat Jaya memakan waktu 2j am 30 menit. Lalu dari Keramat Jaya ke Dusun Jebang 1 jam 30 menit menggunakan motor, ditambah jalan kaki 1 jam dan menaiki puncak memakan waktu 1 jam dengan berjalan kaki.

Menurut Herdoni, ketua admin Serasan Sekate, kegiatan Jelajah Muba ke Bukit Benape bertujuan untuk mengeksplor  tempat-tempat yang selama ini belum diketahui, tetapi memiliki pesona keindahan yang layak dikembangkan.



"Kami berharap dengan Jelajah Muba ke Bukit Benape ini, harapannya membuka peluang potensi wisata yang dapat dikembangkan lebih menarik ke depannya. Sehingga bisa menjadi tempat wisata unggulan di muba," ujar Herdoni.

Ia menambahkan, dengan banyaknya pilihan tempat wisata, dapat memberikan semacam multiplier effect terhadap kemajuan ekonomi daerah, perbaikan infrastruktur serta penyerapan tenaga kerja lokal di lokasi sekitar wisata.

"Sebagai stimulus untuk menggerakkan ekonomi desa, bila bisa dikembangkan dengan serius dan baik," tambahnya.

Ke depan, tidak menutup kemungkinan jelajah muba akan terus dilakukan untuk mengeksplor tempat-tempat potensi wisata yang layak untuk dikembangkan dan mengenalkan bahwa Musi Banyuasin punya tempat wisata yang tak kalah indahnya dari daerah lainnya. /red/


INFOSEKAYU.COM - Ada penghuni baru yang kini menghuni Rumah Dinas Bupati Muba. Ya, ada enam ekor rusa totol (Axis axis sp) pemberian Sekretariat Istana Kepresidenan Bogor yang kini dipelihara di lingkungan kediaman Rumah Dinas Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex, Sekayu.


Sedikit untuk mengenalkan, rusa totol bukanlah fauna asli Indonesia melainkan berasal dari India dan Sri Lanka. Binatang yang lucu dan cantik ini didatangkan oleh Thomas Stanford Raffles, Gubernur Jenderal Inggris, pada tahun 1814 pada waktu itu untuk menempati halaman Istana Bogor dan dikembangbiakkan di sana.

Rusa totol disebut juga sebagai cheetal atau rusa chital. Dalam bahasa Inggris fauna identitas kota Bogor ini disebut sebagai Chital, Axis Deer, Indian Spotted Deer. Dalam bahasa ilmiah (latin) rusa yang satu genus dengan Rusa bawean ini disebut Axis axis.

"Ciri rusa totol (Axis axis) yang membedakan dengan jenis rusa lainnya adalah terdapatnya totol-totol putih pada rambut tubuh (bulu) yang berwarna coklat," ungkap  Kabag Humas Herryandi Sinulingga Ap.

Ditambahkan Sinulingga, warga Musi Banyuasin saat ini tak perlu jauh jauh ke Bogor atau pergi ke Istana Bogor untuk melihat Rusa Totol. "Rusa totol sekarang bisa jadi tontonan masyarakat Musi Banyuasin, warga yang penasaran dapat langsung melihat jenis rusa ini di halaman Pendopoan Bupati Musi Banyuasin ini," bebernya.

Pemberian Rusa Totol tersebut tertuang dalam Surat BAST- 233/Setpres/l-Bgr/PB.06.OO/12/2018
yang ditandatangani Kepala Istana Kepresidenan Bogor Erwin Wicaksono.

"Ya, ada enam ekor Rusa Totol bantuan milik Negara yang diserahkan pihak Sekretariat Istana Presiden Bogor," ujar Kabag Umum Pemkab Muba, Deny. Dan penyerahan tersebut dilakukan pada Minggu (23/12/2018), yakni dua ekor Rusa Totol jantan dan empat ekor rusa totol betina. /red/


INFOSEKAYU.COM - Kuyung Kupek Muba (KKM) adalah duta yang mewakili Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dalam berbagai aspek, yaitu duta wisata dan duta budaya. Tujuannya untuk mengenalkan kepada dunia luar akan potensi daerah dan program yang sedang dijalankan di Muba, sehingga semua potensi tersebut bisa dikembangkan dan dibangun dengan cepat.


Demikian pesan Bupati Muba H Dodi Reza Alex  disampaikan oleh Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Muba, H Ibnu Saad, Ssos, MSi pada acara Inagurasi Kuyung Kupek Muba tahun 2018, di Auditorium Pemkab Muba, Minggu (16/12/2018).

"Kami Pemkab Muba berpesan kepada Ikatan Kuyung Kupek Muba agar selalu menjaga integritas, jati diri dan nama baik serta kewibawaan Pemkab Muba, yakinlah kami akan tetap memprioritaskan generasi muda yang terdidik dan berpotensi," tukasnya.

Sementara itu, Plt Kadispopar Kabupaten Muba, Eko Kusbantono, S Hut mengatakan, mengingat Kabupaten Muba memiliki potensi wisata yang cukup besar dan menjanjikan untuk dikembangkan yang ditandai dengan bermacam-macam peninggalan sejarah, keindahan alam, keragaman budaya, kuliner dan kesenian tradisional yang dimiliki. Maka dibutuhkan seorang duta sebagai penyampai informasi tersebut.

"Selain itu, di era digital ini menuntut generasi muda untuk berlomba-lomba bersaing mengejar prestasi dan tidak mengenyampingkan kemajuan teknologi, maka kami ingin KKM ini harus tetap eksis dan turut andil memajukan daerah," ujarnya. /red/


INFOSEKAYU.COM - 15 pasang finalis Kuyung dan Kupek Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) tahun 2018 selama enam hari karantina digembleng dengan berbagai materi, dengan tujuan putra-putri terbaik pilihan di Kabupaten Muba dapat menjadi duta penyambung lidah Pemkab Muba untuk mempromosikan daerah.


Di penghujung masa karantina, para finalis kuyung kupek mendapatkan materi langsung dari Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Muba, Hj Thia Yufada Dodi Reza tentang produk unggulan Gamboe Muba, yang merupakan produk kain khas Kabupaten Muba yang berasal dari pewarna alami yaitu Getah gambir.

"Gamboe Muba ini merupakan kain jumputan dengan pewarnaan alami tanpa bahan kimia yaitu berasal dari getah gambir. Di mana getah gambir itu sendiri punya keunikan, tanamannya harus dihasilkan dari salah satu desa di Bumi Serasan Sekate, yaitu Desa Toman Kecamatan Babat Toman," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Thia juga menjelaskan legenda asal Gamboe Muba dan proses cara pembuatannya. Latar belakang Dipesankannya, agar para finalis Kuyung dan Kupek Muba dapat jadi duta Gamboe Muba.

"Malam grandfinal nanti kami harapkan, agar peserta kuyung kupek Muba memakai Gamboe Muba ini harus dengan penuh bangga, karena begitu banyak tenaga yang terlibat untuk menciptakan produk unggulan ini, maka dari itu kami sangat berharap Kuyung Kupek Muba bisa menjadi duta dalam mempromosikan produk Gamboe Muba," harapnya. /red/


INFOSEKAYU.COM - Usai sudah tahapan seleksi Kuyung-Kupek Muba 2018, setelah mengikuti rangkaian seleksi yang ketat akhirnya pada malam Grand Final Kuyung-Kupek Muba 2018 yang diikuti oleh 15 pasang putra-putri Musi Banyuasin memutuskan dengan terpilihnya Muhammad Zehran Julizan utusan SMAN 2 Unggul Sekayu menjadi Kuyung Muba 2018 dan Ajeng Putri Anjani utusan Kecamatan Sekayu menjadi Kupek Muba 2018.


"Tugas ke depan, Kuyung-Kupek inilah yang akan menjadi mitra Pemerintah Kabupaten Muba untuk membawa dan mengenalkan pariwisata yang ada di bumi Serasan Sekate ini dikenal di Indonesia maupun dunia," ungkap Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin didampingi Ketua TP PKK Muba Thia Yufada di sela kegiatan malam Grand Final Kuyung Kupek Muba Tahun 2018 di Gedung Opproom Pemkab Muba, Senin (5/11/2018) malam.

Dikatakan, saat ini Muba telah dinilai berhasil membawa bidang olahraga dikenal di tingkat internasional, dan ke depan Pemkab Muba selain mengenjot pembangunan infrastruktur juga akan menggalih dan mengangkat potensi pariwisata.

"Banyak pihak nantinya yang akan dilibatkan termasuk seluruh lapisan masyarakat dan khususnya Kuyung-Kupek Muba," ujar Dodi yang juga merupakan mantan Bujang Gadis Palembang (BGP) angkatan 1987.

Menurutnya, Kuyung-Kupek Muba ini tidak hanya memiliki penampilan yang menarik tetapi juga dituntut untuk memiliki wawasan yang mumpuni terutama menguasai potensi-potensi pariwisata di Muba.

"Dan Kuyung-Kupek Muba 2018 yang terpilih ini tentu sudah melewati seleksi yang ketat dan nantinya akan turut andil memajukan pariwisata di Muba," bebernya.

Sementara itu, Bintang Tamu yang juga sekaligus Tim Juri Kuyung-Kupek Muba, Putri Indonesia 2017 Bunga Jelitha Ibrani mengaku takjub dengan potensi-potensi yang dimiliki putra-putri di Kabupaten Musi Banyuasin.

"Semua finalis Kuyung-Kupek ini mempunyai kemampuan yang hebat-hebat, saya sangat takjub dan kagum dengan generasi muda di Muba ini," imbuhnya.

Menurutnya, meski di level Kabupaten tetapi potensi dan wawasan generasi muda di Muba tidak bisa dipandang sebelah mata.

"Saya pribadi sangat apresiasi dengan pak Bupati Muba yang sangat support dan mendorong generasi muda di Muba untuk berkreasi dan meningkatkan potensi diri masing-masing," tuturnya.

Pada rangkaian malam Grand Final Kuyung Kupek Muba Tahun 2018 di Gedung Opproom Pemkab Muba juga dihadiri ribuan warga Muba yang sangat antusias untuk menyaksikan rangkaian grand final Kuyung-Kupek Muba 2018, selain itu masyarakat yang hadir juga sangat terhibur dengan adanya penyanyi Abdul Indonesia Idol.

Tidak hanya itu, rangkaian malam Grand Final Kuyung Kupek Muba Tahun 2018 ini juga diisi oleh dewan yang berkompeten diantaranya Putri Indonesia Wakil Sumsel 2017 Nur Harisyah, Budayawan Sumsel Yudhi Syarofi, Model asal Sumsel Devi Bayumi, dan Juri Kepribadian Martha. /red/



INFOSEKAYU.COM - Setelah mengikuti rangkaian karantina dan seleksi yang ketat, kini Finalis Kuyung Kupek Muba 2018 yang saat ini sudah mengerucut 15 pasang peserta, akan menghadapi tahapan grand final yang akan digelar pada 5 November mendatang di Opera Room Pemkab Muba.


Peserta Kuyung Kupek Muba 2018 ini berasal dari perwakilan beberapa Kecamatan, Instansi, dan Sekolah di Bumi Serasan Sekate. Perhelatan Malam Grand Final Kuyung Kupek Muba 2018 ini dipastikan akan lebih meriah dan semarak.

"Akan ada dua tamu yang turut meramaikan, yakni Wakil Indonesia pada ajang Miss Universe 2017 dan juga sekaligus Putri Indonesia 2017 Bunga Jelitha Ibrani dan Abdul Indonesia Idol," ungkap Kabag Humas Pemkab Muba Herryandi Sinulingga, Ap.

Lanjutnya, Putri Indonesia 2017 Bunga Jelitha juga akan bertindak sebagai dewan juri. Tidak hanya itu, dewan juri Kuyung Kupek Muba 2018 juga akan diisi oleh juri berkompeten lainnya di antaranya Putri Indonesia Wakil Sumsel 2017 Nur Harisyah, Budayawan Sumsel Yudhi Syarofi, Model asal Sumsel Devi Bayumi, dan Juri Kepribadian Martha.

"Audisi Kuyung Kupek Muba ini sudah dimulai sejak 16 Oktober lalu dan proses karantina dimulai pada 1-6 November di Hotel Ranggonang Sekayu," terangnya.

Sementara itu, Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin melalui Kadispopar Muba Drs A Suandi, menuturkan Pemilihan Kuyung Kupek Muba merupakan agenda rutin tahunan yang digelar.

"Tujuan pelaksanaan acara ini untuk dapat memilih satu pasang Kuyung dan Kupek untuk menjadi duta wisata Kabupaten Muba yang dapat mempromosikan kebudayaan dan pariwisata di Kabupaten Musi Banyuasin," ulasnya.

Suandi  menambahkan, Kuyung Kupek Muba nantinya akan menjadi mitra Pemerintah untuk mengenalkan dan turut serta mengembangkan potensi-potensi yang ada. "Bersinergi bersama untuk mengenalkan dan mengangkat potensi-potensi di Kabupaten Muba," ujarnya.

Selain itu Malam Grand Final Kuyung Kupek 2018 akan berbeda dari tahun tahun sebelumnya selain dihadiri Putri Indonesia 2017 Bunga Jelitha Ibrani, juga akan dimeriahkan artis Ibukota Ahmad  abdul (Indonesia Idol) dan juga akan dihadiri langsung Bupati Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin beserta FKPD dan stakeholders terkait.

"Saat ini persiapan hampir mencapai 100 persen para finalis sedang melakukan gladiresik, untuk acaranya sendiri kita sudah rampung baik panggung sound sistem dan alat penunjang lainnya sudah siap digunakan," pungkas Suandi. /red/