Articles by "Pencegahan Karhutlah"
Tampilkan postingan dengan label Pencegahan Karhutlah. Tampilkan semua postingan

INFOSEKAYU - Meski hotspot dan firespot saat ini tercatat zero di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), namun Bupati Muba Dodi Reza kian gencar menyiapkan langkah-langkah pencegahan agar kebakaran hutan, perkebunan, dan lahan tidak kembali berulang.


Persoalan karhutbunlah yang terjadi ini menjadi persoalan serius bagi Bupati Muba Dodi Reza yang juga Ketua Umum Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), tidak main-main dalam upaya pencegahan ke depan, Pemkab Muba akan menggelontorkan dana sebesar Rp25 Miliar untuk penyediaan sarana prasarana pencegahan dan meminimalisir karhutbunlah di Muba.

"Ke depan juga saya mengeluarkan instruksi kepada Pemdes (Pemerintahan Desa) untuk mengalokasikan dana desa alat inventaris sarpras pembukaan lahan, kalau ini tidak diikuti oleh Pemdes saya akan tahan pencairan dana desa," tegas Dodi Reza di sela Rountable Discussion Membangun Sinergi Antar Stakeholder Sumatera Selatan untuk Pengendalian Kebakaran Hutan, Kebun, dan Lahan ke depan di Hotel Swarna Dwipa, Kamis (31/10/2019).

Lanjutnya, langkah tegas ini agar warga tidak membuka lahan dengan cara membakar. "Jadi kita itu kalau melarang jangan fokus dengan pemberian sanksi saja, tapi kita cari solusi dan fasilitasi warga agar tidak melakukan hal-hal yang melanggar," tegasnya lagi.

Dikatakan, Peraturan Bupati yakni  tentang pembukaan lahan tanpa bakar sebagai implementasi Permentan Nomor: 05/Permentan/Kb.410/1/201 Tentang Pembukaan dan/atau Pengolahan Lahan Perkebunan Tanpa Membakar.

"Kemudian, penambahan anggaran Rp15 Miliar untuk pengadaan Alat Berat dan Sapras Pengendalian karhutla (Fire Jeep, Excavator, Pompa, Jet sprayer-red) dan Rp9,5 Miliar untuk pencegahan dan Pengendalian Karhutla," bebernya.

Dodi menyebutkan, bahkan jauh sebelum kejadian karhutbunlah saat ini dirinya telah membuat buku trilogi soal lingkungan sebagai upaya pencegahan pembakaran hutan melalui peserta didik.

"Saya sudah membuat trilogi buku lingkungan yakni Lihatlah Hutanku, Padamkan Api, dan Kujaga Selalu Hutanku. Nah, upaya ini agar anak-anak bisa sosialisasi ke orangtua mereka masing-masing agar tidak membakar hutan dan lahan," ungkapnya.

Dodi menambahkan, BRG mempunyai peranan penting untuk maksimal dalam pencegahan karhutbunlah.

"Kami ingin agar BRG ini meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat khususnya di daerah yang terdampak karhutbunlah, karena BRG punya peranan penting dalam penjagaan lahan gambut," terangnya.

Sementara itu, Peneliti Lahan Gambut dari Universitas Sriwijaya Dr Ir Momon, mengaku sangat mengapresiasi upaya-upaya ke depan yang akan dilakukan Pemkab Muba guna mencegah dan memininalisir karhutbunlah.

"Muba juga bakal membuat waduk dan pembasahan lahan gambut saat musim kemarau. Tentu upaya ini harus dimaksimalkan," ujarnya.

Direktur Utama Bumi Institute Palembang, Ricky Purba pada roundtable discussion ini Bupati Muba Dodi Reza membagikan dan membuka pengalaman dan menularkan semangat serta menjadi inisiator dalam penanganan Karhutlah ini.

"Jadi bukan hanya penanganan saja tapi pencegahan, sehingga kedepan karhutlah tidak terjadi lagi. Pelibatan masyarakat harus secara aktif dalam pencegahan ini, bentuk satgas  ataupun beri edukasi terkait karhutlah, apa yang ingin dilakukan Muba ke depan harusnya menjadi panutan bagi daerah lain yang terdampak karhutbunlah," pungkasnya.

Dalam kesempatan Rountable Discussion Membangun Sinergi Antar Stakeholder Sumatera Selatan untuk Pengendalian Kebakaran Hutan, Kebun, dan Lahan ke depan tersebut Bupati Muba Dodi Reza turut didampingi Kepala Bappeda Muba Zulfakar, Kepala BPBD Muba Indita, Kepala Dinas Perkebunan Iskandar Syahrianto, Plt Kabag Humas Yettria, dan Plt Kabag Protokol Rangga Perdana Putera. /red/


INFOSEKAYU - Pengendalian dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus dilakukan oleh Bupati Muba Dodi Reza dan Wakil Bupati Muba Beni Hernedi.


Mulai dari pemadaman di jalur darat dan udara hingga pembuatan skat kanal terus dilakukan tim pemadam karhutla di Muba.

Dalam kesempatan menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Pengendalian dan Pencegahan Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan (Lahan Gambut) Sumsel di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Rabu (16/10/2019), Wakil Bupati Muba Beni Hernedi mengungkapkan saat ini Pemkab Muba telah mempersiapkan upaya pencegahan karhutla agar tidak kembali berulang di tahun-tahun berikutnya.

"Selain dengan upaya untuk terus membuat lahan gambut di Muba selalu basah, upaya lainnya yang telah dipersiapkan pak Bupati Dodi Reza yakni menerbitkan peraturan melalui Peraturan Bupati yakni  tentang pembukaan lahan tanpa bakar sebagai implementasi Permentan Nomor: 05/Permentan/Kb.410/1/201 Tentang Pembukaan dan/atau Pengolahan Lahan Perkebunan Tanpa Membakar," ungkap Beni.

"Kemudian, penambahan anggaran Rp15 Miliar untuk pengadaan Alat Berat dan Sapras Pengendalian karhutla (Fire Jeep, Excavator, Pompa, Jet sprayer) dan Rp9,5 Miliar untuk pencegahan dan Pengendalian Karhutla," tambahya.

Sementara itu, Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Pusat, Nazir Foead mengaku saat ini Indonesia khususnya di daerah Lahan Gambut mengalami fase yang paling kering.

"Untuk itu ke depan pembasahan lahan gambut harus terus dimaksimalkan dan dilakukan," ungkapnya. /red/


INFOSEKAYU- Dampak kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dikhawatirkan mengancam pernapasan warga terutama bagi warga dan peserta didik yang beraktifitas di pagi hari.


Guna meminimalisir ancaman infeksi saluran pernapasan (ISPA), PMI Muba yang diketuai Wakil Bupati Muba Beni Hernedi bersama anggota PMI Muba dan tim relawan Senin (23/9/2019) membagikan sebanyak 22.000 masker diwilayahnya barat dan timur Muba yaitu di SD-SMA di Kecamatan Babat Toman, Lawang Wetan, dan Sanga Desa.

Diketahui, untuk Kecamatan Lawang Wetan 2.000 PCS Masker dibagikan yakni diantaranya di SMP N 1 Ulak Paceh, SDN 2  Ulak Paceh, SDN 1 Ulak Paceh (di bagikan besok oleh PMR Madiya SMP N 1  Ulla), SD N 3  Ulak Paceh (di bagikan besok oleh PMR Madiya SMP N 1 ulpa), SD Tanjung Durian (di bagikan besok oleh PMR Madiya SMP N 1 Ulpa).

Selain itu, SDN  Napal (di bagikan besok oleh PMR Madiya SMP N  1 Ulpa), SDN Rantau Kasih (di bagikan besok oleh PMR Madiya SMP N 1 ulla), SDN 1 Ulak Teberau (di bagikan besok oleh PMR Madiya SMP N 1 Ulpa), SD N 2 Ulak Teberau (di bagikan besok oleh PMR  Madiya SMP N 1 Ulpa Madiya Ulpa).

"Kemudian, di Kecamatan Babat Toman dan Sanga Desa 2.0000 PCS Masker," ungkap Beni. 

Ia menambahkan, penyebab terjadinya kabut asap dikarenakan banyaknya sebaran titik api yang berada di Musi Banyuasin. "Sehingga perlu dilakukan pembagian masker dan edukasi ke  sekolah yg terdampak kabut asap," tukasnya. /red/



INFOSEKAYU - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin mengambil berbagai langkah dalam penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang saat ini masih terjadi.


Bukan hanya pemadaman saja, melainkan pula penanganan terhadap petugas dilapangan dan warga yang terdampak kabut asap dengan cara mendirikan rumah oksigen.

"Ya, sesuai dengan instruksi Pak Bupati, kita dirikan rumah oksigen, salah satunya di Dusun V Desa Muara Medak Kecamatan Bayung Lencir," ujar Kepala Dinas Kesehatan Muba, dr Azmi Dariusmansyah, Senin (23/9/2019).

Rumah oksigen ini, kata dia, dapat digunakan warga sekitar dan petugas gabungan yang melaksanakan pemadaman Karhutla. Dimana rumah oksigen ini bertujuan untuk mengembalikan kandungan oksigen dalam darah.

"Ini mencegah agar tidak terjadinya kekurangan oksigen di dalam darah. Bisa digunakan oleh warga dan petugas yang sudah lama berada dilapangan. Ini bentuk antisipasi dan menjaga kesehatan petugas lapangan yang selalu mengawal perluasaan kebakaran," terang dia.

Untuk saat ini, sambung Azmi, dirumah oksigen terdapat lima tabung besar oksigen yang disediakan atau disuplai oleh Rumah Sakit Bayung Lencir.

"Petugas atau warga yang menggunakan akan diberikan terapi sekitar 5 sampai 10 menit dengan oksigen murni. Untuk pertugas dapat dilakukan terapi setiap selesai melaksanakan tugas," kata dia.

Disinggung terkait mendirikan Rumah Oksigen di daerah lain, Azmi menuturkan, tidak menutup kemungkinann hal itu dilakukan, mengingat dampak Karhutla berupa kabut asap makin meluas.

"Untuk wilayah lain tidak menutup kemungkinan. Saat ini kita sudah siagakan 10 tabung besar oksigen di RSUD Sekayu, kapanpun siap untuk digunakan," ucap dia.

Sebelumnya, Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin, telah mengeluarkan instruksi kepada Dinas Kesehatan Muba untuk mendirikan rumah oksigen. "Ini sebagai bentuk antisipasi kalau ada anak-anak, warga, atau petugas yang terkena ISPA," tandas dia. /red/


INFOSEKAYU - Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Muara Medak Kecamatan Bayung Lencir terus terjadi, upaya pemadaman pun terus dimaksimalkan Bupati Muba Dodi Reza bersama FKPD dan jajaran OPD Muba.


Tidak ingin kondisi tersebut berlarut, Bupati Muba Dodi Reza didampingi Kasdam II/Swj  Brigjen TNI Syafrial PSC MTr (Han) dan Danlanud Palembang Kol Pnb Heri Sutrisno, SIP, Senin (23/9/2019) melakukan monitoring ke lokasi Karhutla tepatnya di Desa Muara Medak Kecamatan Bayung Lencir.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Muba Dodi Reza meminta agar pihak perusahaan untuk menambah unit alat berat guna membuat skat api agar karhutla tidak meluas.

"Agar prosesnya cepat. Saya minta agar perusahaan di wilayah karhutla menambah unit alat berat," tegasnya.

Dikatakan Dodi, sebelumnya perusahaan di wilayah sekitar telah menyiapkan 5 unit alat berat untuk pembuatan skat api karhutla. "Saya minta tambah menjadi 15 unit agar proses pembuatan skat lebih cepat dan maksimal," tegasnya lagi.

Kemudian, Bupati Muba Dodi Reza juga telah menginstruksikan kepada Dinas Kesehatan Muba untuk menyiapkan rumah oksigen. "Ini sebagai bentuk antisipasi kalau ada anak-anak atau warga yang terkena ISPA," tuturnya.

Selain itu, Bupati Muba Dodi Reza juga telah memboyong bantuan sebesar 1 ton logistik untuk Desa Muara Merang dan Muara Medak. "Kita akan terus berusaha maksimal untuk penanganan ini," bebernya.

Sementara itu, Kasdam II/Swj Brigjen TNI Syafrial PSC MTr (Han) mengaku perhatian Bupati Muba Dodi Reza terhadap karhutla di wilayah Muba sangat all out. "Kami juga akan menambah pasukan, kami sangat apresiasi pak Bupati Dodi Reza yang sangat maksimal dalam upaya pemadaman karhutla," pungkasnya. /red/


INFOSEKAYU - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus melanda wilayah Sumsel khususnya di Kabupaten Muba membuat Bupati Muba Dodi Reza serta Forkopimda Muba berjibaku turut ke lokasi untuk mengecek dan ikut serta memadamkan api karhutla bersama tim di lapangan.


Pantuan Senin (23/9/2019) tampak Bupati Muba Dodi Reza bersama di Dusun Pal 2 Desa Muara Medak Kecamatan Bayung Lencir Kasdam II/Swj Brigjen TNI Syafrial PSC MTr (Han)  dan Danlanud Palembang Kol Pnb Heri Sutrisno, SIP, berjalan hingga satu kilometer untuk mengecek titik api ke lokasi.

Meski medan sulit dilalui, namun Bupati Muba Dodi Reza tetap semangat untuk bisa ikut serta memadamkan api karhutla.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Muba Dodi Reza meminta agar pihak perusahaan untuk menambah unit alat berat guna membuat skat api agar karhutla tidak meluas.

"Agar prosesnya cepat. Saya minta agar perusahaan di wilayah karhutla menambah unit alat berat," tegasnya.

Dikatakan Dodi, sebelumnya perusahaan di wilayah sekitar telah menyiapkan 5 unit alat berat untuk pembuatan skat api karhutla. "Saya minta tambah menjadi 15 unit agar proses pembuatan skat lebih cepat dan maksimal," tegasnya lagi.

Kemudian, Bupati Muba Dodi Reza juga telah menginstruksikan kepada Dinas Kesehatan Muba untuk menyiapkan rumah oksigen. "Ini sebagai bentuk antisipasi kalau ada anak-anak atau warga yang terkena ISPA," tuturnya.

Selain itu, Bupati Muba Dodi Reza juga telah memboyong bantuan sebesar 1 ton logistik untuk Desa Muara Merang dan Muara Medak. "Kita akan terus berusaha maksimal untuk penanganan ini," bebernya.

Sementara itu, Kasdam II/Swj Brigjen TNI Syafrial PSC MTr (Han) mengaku perhatian Bupati Muba Dodi Reza terhadap karhutla di wilayah Muba sangat all out.

"Kami juga akan menambah pasukan, kami sangat apresiasi pak Bupati Dodi Reza yang sangat maksimal dalam upaya pemadaman karhutla," pungkasnya. (rel)

INFOSEKAYU - Bupati Musi Banyuasin H. Dodi Reza Alex terus mengintruksikan OPD terkait untuk meningkatkan serta memaksimalkan upaya pencegahan kebakaran maupun pengendaliannya.


Untuk itu, Dodi juga harap ketersediaan SDM serta sarana dan prasarana yang dimiliki harus terpenuhi dalam jumlah yang cukup dan dalam kondisi yang baik.

Dalam rapat staf jajaran Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Dodi mengharapkan jajaran OPD untuk fokus dalam menangani permasalahan Karhutlah tersebut.

"Dalam upaya meningkatkan kualitas pengendalian kebakaran hutan dan lahan ini,  kita perlu didukung oleh sumberdaya karhutla yang meliputi pemenuhan sumberdaya dan peningkatan kapasitas sumberdaya manusia yang terlibat dalam karhutla. Dan kita akan terus upayakan untuk terus melakukan peningkatan kapasitas SDM dan ketersediaan sarana kita dilapangan," ungkap dia.

Dalam rapat tersebut, camat dan kepala desa terkait diminta untuk berpartisipasi serta memantau dan melaporkan kejadian karhutla secara berjenjang.

Dodi juga Menghimbau kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa PMD Richard Cahyadi agar terus mensosialisasikan atau mendorong kepala desa untuk berperan aktif mengawasi hal tersebut.

"Pada kesempatan ini, saya meminta pada seluruh pihak untuk bersinergi dalam upaya pencegahan dan pengenalian karhutla sebagaimana intruksi presiden. Karhilutlah adalah tanggungjawab semua pihak dimana semua pihak harus mempersiapkan personil dan peralatan yang handal serta segenap potensi sumber daya yang ada. Saya juga mengharapkan agar upaya pencegahan karhutla ini dapat dilakukan sedini mungkin dengan melibatkan semua unsur yang ada, baik TNI, Polri,  OPD, Camat, para kades, dunia usaha, masyarakat dan semua pihak," terangnnya di ruang rapat Serasan Sekate Pemkab Muba," tegas Dodi.

Rapat ini dipimpin langsung oleh Bupati dan dihadiri oleh Sekda Muba H Apriyadi, MSi, para asisten, Kepala OPD atau yang mewakili, para camat. /red/


INFOSEKAYU - Kasus pembakaran lahan dan hutan serta lahan (Karhutla) di Sumsel terus dilakukan penyelidikan.


Dari hasil penyelidikan yang dilakukan Ditreskrimum Polda Sumsel, Direktur PT BHL yang berada di Lalan Muba berinisial AK ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus karhutla.

Menurut Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi, AK ditetapkan sebagai tersangka karena dia yang bertanggung jawab dalam pengelolaan lahan tersebut.

"Lokasi sudah dilakukan Police LINE sejak awal terbakar. PT BHL yang mengelola kawasan Hutan Produksi Lalan, dianggap lalai dalam mencegah terjadinya kebakaran. Petugas pemadam hanya enam orang yang bertanggung jawab terhadap lahan seluas sekitar 2.500 hektare," ujarnya, Selasa (7/9/2019).

Selain menetapkan satu direktur korporasi menjadi tersangka, sebanyak 26 orang juga ditetapkan sebagai tersangka. Sebanyak 26 orang yang ditetapkan tersangka ini, tertangkap tangan saat di akan melakukan pembakaran lahan.

Para tersangka, saat ini sudah diamankan di Polres dimana lokasi para tersangka melakukan pembakaran. Saat ini, kasus terus dilakukan penyidikan.

"Dari beberapa hari lalu, ada tiga orang yang tertangkap tangan melakukan membuka lahan dengan cara dibakar. Barang bukti juga diamankan baik bensin dan korek api," jelas Supriadi.

Tersangka MS (59) warga Desa Solok Batu Kecamatan Air Salek Banyuasin ditangkap Sabtu (14/9/2019) pukul 15.00 di Sungai apung Desa Solok Batu Kecamatan Air Salek Banyuasin, tertangkap tangan anggota yang sedang melakukan patroli karhutla.

Tersangka, ditangkap sedang melakukan pembakaran lahan miliknya. Tersangka bersama barang bukti sudah diamankan ke Polsek Makarti Jaya.

Begitu pula dengan MH (65) warga Jalan Pangeran Ayin Desa Kenten Laut Kecaamatan Talang Kelapa Banyuasin ditangkap Senin (16/9/2019) pukul 11.41 di Dusun 2 Desa Kenten Laut kecamatan Talang Kelapa Banyuasin.

Tersangka yang membakar lahan miliknya dan tidak diawasi sehingga api meluas dan membakar lahan 17 hektare lahan milik warga lainnya.

Tersangka ketiga yang diamankan berinisial SG (28) warga Desa Muara Sugih Kecamatan Tanjung Lago Banyuasin yang tangkap Senin (16/9/2019) pukul 09.00.

Tersangka diamankan ketika membakar lahan di Desa Muara Sugi Kecamatan Tanjung Lago Banyuasin. Tersangka tertangkap tangan anggota Team Karhutla yang sedang melakukan patroli.

Tersangka melakukan pembakaran lahan seluas 6 hektare. Saat tertangkap tangan lahan yang sudah terbakar seluas 2 hektare. Tersangka bersama barang bukti sudah diamankan di Polsek Tanjung Lago.

"Para tersangka dikenakan UU RI No 32 tahun 2009 tentang PPLH dan atau UU RI No 41 tahun 1999 tentang Kehutanan dan atau UU RI No 39 tahun 2014 tentang Perkebunan dan atau Pasal 187, 188,189 KUHP Jo psal 53 KUHP dengan ancaman 10 tahun penjara atau denda Rp 5 miliar sampai Rp 10 miliar," pungkasnya. /red/

Sumber : Tribun Sumsel




INFOSEKAYU - Meski kebakaran hutan dan lahan (karhutlah) di Dusun 3 dan 10 Desa Muara Medak Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) saat ini tinggal beberapa titik saja, namun bantuan untuk korban yang terdampak dari Karhutlah di wilayah tersebut terus mengalir hingga saat ini.


Selasa (3/9/2019) Dinas Sosial (Dinsos) Muba menyalurkan bantuan berupa sembako untuk warga terdampak karhutlah serta kebutuhan operasional untuk tim karhutlah yang hingga saat ini tetap siaga di Muara Medak.

"Sesuai arahan Bapak Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex bahwa kebutuhan logistik tidak boleh  kosong, dan tim di lapangan harus terpenuhi kebutuhannya, baik kosumsi dan peralatan tindak lanjut karhutlah. Berdasarkan hal itu, hari ini Dinsos berkordinasi dengan Camat Bayung Lencir mengecek langsung serta menyalurkan bantuan ke warga setempat," ungkap Plt Kadinsos Muba, Drs Ahmad Nasuhi.

Adapun bantuan yang disalurkan untuk warga terdampak karhutlah yakni diantaranya aula beras 10 karung yang 10 kg, air mineral 15 dus, mie 8 dus. Kemudian, untuk petugas medis yang berjaga di lokasi mie 15 dus, air mineral 15 dus, gula 20 kg.

"Bantuan kebutuhan untuk dapur petugas karhutlah di lapangan juga telah disalurkan," ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Muba Dodi Reza menyebutkan saat ini pihak tim karhutlah terus bersiaga di lokasi karhutlah.

"Tim kesehatan juga siaga, semoga bantuan yang disalurkan ini dapat bermanfaat untuk warga yang terdampak karhutlah, dan tim satgas pemadaman api terus tindaklanjuti dan kordinasikan pasca kebakaran dan diharapkan  kita wajib terus waspada khususnya di zona lokasi muara medak yang lokasi rawan karhutlah,” pungkasnya. /red/



INFOSEKAYU - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) beberapa waktu lalu yang melanda Dusun lima dan Dusun sembilan Desa Muara Medak Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) membuat Bupati Muba Dodi Reza dan Wakil Bupati Muba Beni Hernedi terus berupaya menyiapkan opsi-opsi pencegahan serta penanganan agar karhutla ini tidak kembali terulang.


Meski saat ini kondisi karhutla di Muara Medak sudah bisa ditangani dan saat ini zero hot spot, namun saat ini Bupati Muba Dodi Reza melalui Wakil Bupati Muba mulai gerak cepat menyiapkan opsi-opsi pencegahan karhutla.

"Saat ini kami fokus mencari opsi-opsi pencegahan karhutla pasca karhutla Gambut beberapaa waktu lalu di Muara Medak. Jangan sampai karhutla ini seperti ulang tahun di Muba," ujar Wakil Bupati Muba Beni Hernedi saat melakukan rapat koordinasi pasca kebakaran Hutan dan Lahan Gambut di Muba bersama Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD) Sumsel di Kantor Badan Restorasi Gambut (BRG) Sumsel, Jumat (30/8/2019).

Dikatakan, penanganan dan pencegahan karhutla di Muba terus di maksimalkan dengan berbagai cara. "Pencegahan ini sudah maksimal kita lakukan tetapi tetap saja karhutla terjadi, nah ke depan kita tidak ingin lagi terjadi. Untuk itulah kami menemui TRGD untuk bersama-sam mencari opsi pencegahan karhutla di lahan gambut Muba," tegasnya.

Beni menambahkan, saat ini pula Pemkab Muba akan lebih fokus untuk melakukan penjagaan lahan gambut supaya tidak kering yang memicu karhutla. "Nah opsi-opsi ini kita koordinasikan dengan TRGD Sumsel untuk bersama-sama menjaganya," tegasnya lagi.

Sementara itu, Koordinator Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD) Sumsel, Edi Junaidi mengapresiasi keseriusan Pemkab Muba untuk menyusun langkah-langkah ke depan dalam upaya mencegah karhutla di lahan Gambut khususnya di Muba.

"Koordinasi ke depan perlu ditingkatkan, dan salah satu opsi untuk pembasahan lahan gambut nanti supaya tidak kering akan kita tinjau untuk pembuatan sumur bor di wilayah gambut Muba," ungkapnya.

Ia menambahkan, penanganan pasca karhutla di Muba ini akan lebih dititikberatkan untuk menjaga lahan gambut supaya terus basah. "Semoga ke depan opsi yang kita siapkan akan maksimal dalam pencegahan karhutla khususnya di daerah gambut yang ada di Muba," pungkasnya.

Dalam kesempatan rapat koordinasi pasca kebakaran Hutan dan Lahan Gambut di Muba bersama Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD) Sumsel di Kantor Badan Restorasi Gambut (BRG) Sumsel tersebut Wakil Bupati Muba Beni Hernedi turut didampingi Kepala Dinas Perkebunan Muba Drs Iskandar Syahrianto, dari Bappeda, Dinas PU Perkim, Dinas Lingkungan Hidup, dan BPBD kab Muba. (rel)

INFOSEKAYU - Setelah beberapa saat yang lalu Bumi Sriwijaya disinari terik matahari yang sangat menyengat dan menimbulkan banyaknya sebaran hot spot di beberapa wilayah rawan Karhutla, akhirnya hujan yang diharap-harapkan semua orang turun juga.


Awan mendung yang menyelimuti sejumlah daerah di wilayah Sumatera Selatan (Muba, OI, OKI, dan Muara Enim) ternyata bertanda baik dengan turunnya hujan lebat. Hal tersebut juga berdampak baik bagi daerah yang terdampak Karhutla.

Demikian halnya di Dusun 9 dan Dusun 5 Desa Muara Medak Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Muba,daerah tersebut diguyur hujan yang deras.

“Alhamdulillah hujan di Dusun 9 dan Dusun 5 dan daerah bayung lencir lumayan deras kemaren, setidaknya bisa memadamkan api karhutlah di Muara Medak,” ujar Danramil Bayung Lencir Kapten Inf Suprayitno

Hujan yang lumayan deras tersebut sudah dinanti oleh warga Bayung Lencir khususnya di wilayah sekitar terjadi karhutlah. “Walaupun karhutlah sudah berangsur padam, kami sangat berharap hujan turun di Bayung Lencir ini,” ungkapnya.

“Hujan sendiri hampir membasahi seluruh kecamatan di Kabupaten Muba, seperi Kecamatan Sekayu, Babat Toman, Bayung Kencir, Lawang Wetan dan Lais. Hujan sendiri bervariasi lebat dan sedang,hujan sendiri mulai menunjukan deras. Kita berharap dengan hujan ini semua api karhutla bisa padam dengan cepat.

Demikian halnya daerah lain seperti di kabupaten OI dan OKI, seperti di desa Kota Bumi kecamatan Tanjung Lubuk, Desa Sungai Lumpur Kecamatan Tulung Selapan terjadi hujan yang lumayan deras, sehingga dapat mematikan hotspot yang ada di daerah tersebut. Dan sebaran asap juga terlihat berkurang di wilayah tersebut.

Dari hasil pantauan satelit lapan untuk sebaran hot spot pada Kamis (29/8/2019) pagi ini hotspot di wilayah Sumsel tidak ada/tidak kelihatan sama sekali. Semuanya ini dampak turunnya hujan yang turun beberapa saat lalu. /red/

Sumber : Lensa Jabar


INFOSEKAYU - Polsek Keluang melaksanakan Shalat Istisqo bersama masyarakat sekecamatan Keluang, pada Jumat (23/8/2019) pukul 08.00 WIB, bertempat di Halaman Polsek Keluang Kabupaten Musi Banyuasin.


Acara dihadiri oleh Unsur Tripika kec. Keluang, Kades dan lurah sekecamatan keluang, unsur dinas terkait, Tokoh agama, pemuda, Ormas, Tomas, Toda, Todat sekecamatan Keluang, Pelajar sekecamatan Keluang.

Dalam kata sambutannya, Camat Keluang Debi Harianto menyampaikan, "Untuk seluruh masyarakat diimbau jangan membuka lahan dan hutan dengan cara membakar. Hati-hati dalam membuang puntung rokok di semak belukar bisa menyebabkan kebakaran hutan".

Usai sambutan, dilanjutkan dengan sholat Istisqo sebagai imam dan khotib Ketua MUI Kecamatan Keluang Ust Umar Ali Rozi.

Di akhir pelaksanaan sholat ditutup dengan memanjatkan doa kepada Sang Maha Kuasa untuk memohon diturunkan hujan.

Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan berakhir pukul 08.30 WIB. Ditempat dan waktu yang berbeda Polsek Tungkal Jaya, Polsek Babat toyman dan Polsek Sungai Lilin juga turut melaksanakan Sholat Istisqo. /red/

INFOSEKAYU - Upaya Percepatan pemadaman api kebakaran hutan kebun dan lahan (karhutbunlah) di Desa Muara Medak baik di dusun V dan dusun IX Kecamatan Bayung Lencir terus dimaksimalkan, jajaran TIM Pemkab Muba TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, terus berjibaku di lokasi titik api untuk melakukan percepatan pemadaman.


Pantauan di lokasi bahwa  pada hari Kamis (22/8/2019) petang, Kapolda Sumsel Drs Irjen Pol Firli MSi didampingi Sekretaris Daerah Muba Drs Apriyadi MSi yang tampak  masih mengenakan seragam lengkap keduanya melakukan monitoring di zona titik yang saat ini fokus dikerjakan Tim di lapangan

Tidak hanya itu, tampak keduanya pun  ikut serta  mensuport petugas dilapangan untuk percepatan pemadaman api bersama tim karhutbunlah di lokasi tersebut.

"Progress api berkurang sudah ada, namun tim di lapangan terus siaga dan terus meminimalisir titik fire spot dan hot spot, selain itu dengan bantuan alat berat yang diturunkan Pemkab Muba dan perusahaan serta bantuan lainya yang fungsinya mempercepat pemadaman api dan pembuatan sekat api dan sekat kanal oleh tim darat  adalah upaya meminimalisir dan mengisolasi sehingga kebakaran tidak meluas serta menghindari lompatan api yang dapat terjadi karena angin kencang.

Tetapi kerja tim saat ini bekerja keras melakukan itu, begitu juga dengan Tim Udara terus akan bekerja dengan maksimal untuk dapat kita bersama sama menuntaskan pekerjaan ini,” ungkap Kapolda Irjen Pol Firli, MSi.

Sementara itu  Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin melalui Sekda Muba Drs Apriyadi MSi menyebutkan upaya pemadaman terus dilakukan secara intensif, baik pemadaman dari darat maupun udara.

"Alat berat juga telah diberdayakan untuk membuat sekat penahan api. Ada 27 unit alat berat yang Pemkab turunkan di lokasi karhutbunlah ini," ungkap Apriyadi.

Pemkab Muba juga sejak awal kebakaran telah menurunkan tim medis dari Dinas Kesehatan untuk door to door mengecek kesehatan warga yang terkena dampak karhutbunlah. "Selain itu, tim Dinas Kesehatan Muba juga membagikan alat masker kepada warga-warga," tuturnya.

Kemudian, pada kesempatan kali ini juga, Lanjut Apriyadi dirinya bersama Kapolda Sumsel juga mengecek fasilitas tim pemadam api karhutbunlah.

"Makan dan minum tim pemadam api ini juga disiapkan dengan baik, ada dapur umum yang disiapkan Pemkab Muba melalui Dinsos Muba,  selain itu melalui himbauan bapak bupati Dodi Reza Alex Noerdin Baik perusahaan perkebunan pertambangan dan termasuk masyarakat muba telah memberikan suport dan bantuan baik baik sembako alat berat personil serta Kebutuhan yang diperlukan dilapangan terus mengalir dan kami ucapkan terimakasih dan kami yakin dengan semua stakeholder terkait bersinergi pekerjaan ini akan lebih ringan kita kerjakan,” pungkasnya. (rel)


INFOSEKAYU - Bupati Muba Dodi Reza instruksikan kejajarannya khususnya Dinas Sosial supaya semua fasilitas kebutuhan tim pemadam api karhutbunlah disiapkan dengan maksimal.


"Perhatikan kebutuhan makan dan minumnya, termasuk  kesehatan tim di lapangan tetap terjaga," mengingat TIM karhutlahbun Baik Tim  Pemda Muba , TNI/POLRI, Manggala agni dan OPD yang ditugaskan dilapangan pasca terjadinya karhutlahbun dan termasuk dapur Umum untuk warga yang terdampak dilokasi. Kita terus berupaya maksimal mari kita kerja keras dan kerja iklash untuk kegiatan kemanusiaan ini,” tutur Dodi Reza Alex.

Tim pemadam api kebakaran hutan kebun dan lahan (karhutbunlah) di Desa Muara Medak Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Muba terus berjibaku memadamkan api di lokasi karhutbunlah tepatnya di Dusun 5 dan Dusun 9 Desa Muara Medak.

Guna memfasilitasi tim pemadam api di lapangan yang terdiri dari TNI, Polri, Pemkab Muba, BPBD, Manggala Agni, dan warga sekitar. Dinas Sosial Muba, Dinas Kehatan dan tim Opd lainnya telah membuka dapur umum untuk kebutuhan makan dan minum tim pemadam api di lokasi karhutbunlah

"Jadi di dapur umum yang kita siapkan ini untuk makan dan minum tim pemadam api karhutbunlah di lapangan, termasuk bagi warga terdampak yang turut serta membantu pemadaman di lokasi,” ungkap Plt Kadinsos Muba, Drs Ahmad Nasuhi.

Lanjutnya, keberadaan dapur umum diharapkan dapat memaksimalkan upaya pemadaman api di lapangan. "Kita di lokasi karhutbunlah ini terus berusaha memadamkan api, kami juga memohon doa dari warga supaya api bisa padam dan tuntas," ujarnya. /red/ 

INFOSEKAYU - Memasuki hari ke delapan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah kec. Bayung Lencir, Polres Musi banyuasin terus melakukan upaya pemadaman bersama TNI, Manggala Agni, BPBD Kab. Muba, Sat Pol PP Kab. Muba, Sat Po PP Provins, masyarakat peduli api dan, BKO Kodam II Sriwijaya serta BKO dari BRIMOB Polda Sumsel.


Selain melakukan upaya pemadaman, telah dilakukan juga upaya pembuatan sekat bakar dan pembasahan lahan gambut guna mengantisipasi merambat nya api ke wilayah lain, sehingga api tidak meluas ke area lain.

Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem, SIK, melalui Kabag Ops Polres Muba Kompol Erwin S Manik, SH, SIK, menerangkan bahwa pihaknya bersama pihak terkait telah melakukan upaya pemadaman terhadap lahan yang terbakar.

"Kita juga melakukan  pembuatan sekat bakar dan pembasahan lahan gambut guna mencegah merambatnya api ke daerah lain," ujarnya.

Upaya pemadamanpun, lanjutnya, sudah dilakukan baik melalui udara dengan water bombing dan melalui darat dengan penyemprotan menggunakan mesin, dan saat ini titik api pun sudah berkurang dari sebelumnya setelah dilakukan upaya pemadaman.

"Selain itu juga kita lakukan patroli dan melakukan himbauan bersama tim terpadu kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, dan kita akan tindak tegas pelaku pembakaran hutan dan lahan," pungkas dia. /red/


INFOSEKAYU - Forkopimda Muba bersinergi dan berkolaborasi untuk percepatan pemadaman api di Bayung Lencir. Dari Senin (19/8) sore kemarin, Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex telah menginstruksikan Wakil Bupati Beni Hernedi turun ke lokasi kebarakan yang terjadi di Kecamatan Bayung Lencir bersama Danrem 044 GAPO Kol ARH Sonny Septiono, Dandim 0401 Muba Letkol Arm Muh Saifuddin Khoiruzzamani, Plt Kepala Dinas BPBD Muba Indita Purnama dan Kadisbun Muba Iskandar Syahrianto, Kamis (15/8/2019).


Mereka langsung ke lokasi kebakaran hutan kebun dan lahan di Desa Muara Medak Kecamatan Bayung Lencir. Mereka bersama tim gabungan Karhutbulah berjibaku memadamkan api.

Diketahui, kebakaran di desa tersebut terjadi sejak tanggal 12 Agustus 2019 yang merambat ke lahan gambut dan semak belukar.

Beni mengatakan saat ini upaya pemadaman kebakaran terus dilakukan bersama tim gabungan dan dibantu masyarakat dari darat dan udara dengan menurunkan helikopter water bombing.

"Semoga api dapat segera dipadamkan dan tidak meluas kelahan-lahan lainnya," ujar Beni.

Selain itu Wabup Muba meminta kepada perusahaan-perusahaan sekitar lokasi turut serta membantu mempercepat pemadaman Karhutbulah tersebut.

"Kita minta juga pihak perusahaan bersinergi percepat penanggulangan kebakaran ini," imbuhnya. /red/

INFOSEKAYU - Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Wakil Bupati Kabupaten Musi Banyuasin Beni Hernedi mengumpulkan seluruh perusahan yang berdomisili di Bumi Serasan Sekate menuntut komitmen perusahaan untuk proaktif membantu pengendalian kebakaran hutan dan lahan, bertempat di Kantor Camat Bayung Lencir, Senin (19/8/2019).


"Ini bagian dari upaya penambahan kekuatan, karena kemampuan yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Muba saja tidak akan mampu menanggulanginya (kebakaran hutan dan lahan) apabila tidak didukung semua pihak," kata Beni.

Pada rapat koordinasi tersebut Wabup Muba menawarkan kesepakatan pembagian wilayah tiap perusahaan dalam pencegahan dan pengendalian Karhutlah terutama di kecamatan-kecamatan yang rawan kebakaran.

"Kesepakatan ini nantinya akan kita bentuk payung hukumnya," sambung Beni.

Wabup menuturkan hal tersebut juga dilakukan menyusul pada Karhutlah yang tengah terjadi di Kecamatan Bayung Lencir, dan kecamatan lainnya, dengan luasan lahan terbakar yang cukup luas.

"Sudah selama 29 hari wilayah kita tidak hujan. Hari ini di seluruh kecamatan telah melaksanakan Shalat Istisqa, meminta kepada Tuhan Yang Maha Kuasa menurunkan hujan dengan harapan dapat membasahi lahan yang kering dan mudah terbakar," lanjutnya.

Sementara itu H Joko Pranoto dari PT Hindoli mengapresiasi saran dari Wabup Muba terkait clusterisasi pengendalian Karhutlah tersebut.

"Clusterisasi sangat penting bagi kita (perusahaan) supaya area yang rawan kebakaran bisa terpantau," kata Joko.

Kegiatan diikuti Kepala Disnakertrans Muba Drs H M Yusuf Amilin, Kepala DPMPTSP Muba Erdian Syahri, Camat Babat Supat Rio Aditya, dan perwakilan dari Perusahaan Perkebunan, Pertambangan, serta Migas dalam Kabupaten Muba. /red/


INFOSEKAYU - Keadaan di areal Karhutlah tak memungkinkan untuk pendaratan helikopter yang ditumpangi Bupati Muba, Danrem dan Dalanud. Efek asap dari Karhutlah memaksa pilot mendaratkan heli di Desa Petaling Jaya, Muaro Jambi, Provinsi Jambi.


"Rencana awal menanggulangi karhutla di Desa Muara Medak, saya bersama Kol Pnb Heri Sutrisno, SIP (Danlanud) dan Kol. Arh Sonny Septiono (Danrem) take off dari Lanud Palembang pukul 07.50 WIB. Kami akan turun langsung ke lokasi. Sayang, keadaan memaksa kami mendarat sebelum mencapai areal terdekat fire spot," beber Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin lewat hubungan telepon selular.

Penyampaian informasi terpaksa dilakukan secara langsung dari dalam helikopter sesaat sebelum mendarat, Senin (19/8/2019) pukul 09.45 WIB.

"Sekarang kami coba terbang lagi ke Dusun 5 Muara Medak. Bila tidak memungkinkan, rombongan langsung ke Sekayu," jelas Dodi lewat telepon seluler, sesaat sebelum kembali terbang pukul 10.00.

Seperti dijadwalkan, Dodi memang akan ke lokasi Karhutla di Desa Muara Medak Kecamatan Bayung Lencir, Senin (19/8).

Dalam aksi penanggulangan Karhutla ini Dodi membentuk dua tim darat dan udara. Semua tim sudah terjun langsung untuk ikut memadamkan dan menyelamatkan masyarakat setempat di Dusun V dan Dusun IX yang saat ini paling terdampak karhutla. 

"Semua turun dan kita membagi 2 Tim ke lokasi kebakaran," kata Dodi.

Di Dusun V Desa Muara Medak diturunkan tim dari Dinas Perkebunan, Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan dan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura. Sedangkan di Dusun IX Desa Muara Medak diturunkan tim dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Sosial dan Dinas Lingkungan Hidup.

Tak hanya tim di lapangan yang dikerahkan, namun di Muba dan serta semua kecamatan Sekayu juga digelar  doa serentak memohon ridho kepada Allah Swt dengan melaksanakan Sholat Istiaqo.

Di samping itu Dodi juga telah berkomunikasi dengan Kepala SKK Migas untuk menginstruksikan perusahan-perusahaan KKKS. Kepada seluruh perusahan perkebunan yang berdekatan dengan lokasi kebakaran juga dinstruksikan melakukan pemadaman.

Upaya menekan resiko kesehatan akibat karhutlah juga dilakukan evakuasi warga. Sekretaris Daerah Muba Apriyadi meminta Camat Bayung Lencir untuk segera evakuasi warga. “Camat Bayung Lencir sudah mengevakuasi warga ke tempat yang aman seperti yang saya minta. Warga yang dievakuasi ditangani Dinas Sosial untuk segera membangun tenda pengungsian dan dapur umum”, ujar Apriyadi.

“Kami telah ungsikan sembilan  keluarga di awalnya. Dan kini mulai berduyun. Tadi sementara ditampung di rumah Kepala Desa Muara Medak menunggu tenda siap. Dapur umum sudah ready," ujar Toyibir.

Saat ini, rombongan Bupati Muba berhasil mendapatkan heli di Dusun 5 Muara Medak,  mendekati titik api. Di lokasi ini semua tampak langsung berjibaku menanggulangi karhutlah. /red/



INFOSEKAYU - Kebakaran hutan perkebunan dan lahan (karhutbunlah) kembali terjadi di Desa Muara Medak Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Muba, Rabu (14/8/2019).


Tak ingin kondisi tersebut meluas tim gabungan Kecamatan Bayung Lencir, BPBD Muba, Kodim 0401, Polres Muba, dan Manggala Agni langsung turun ke lokasi karhutbunlah gotong royong dan berjibaku memadamkan api.

“Sampai dengan saat ini proses pemadaman dan pendinginan oleh tim darat dan udara (WB) masih berlangsung,” ungkap Camat Bayung Lencir, Muba, Akhmad Toyibir.

Dikatakan, Fire Spot di Dusun 9 areal tersebut tidak dalam izin Lokasi Ijin Perusahaan yang aktif (eks BPUJ), penyebab karhutla berdasarkan info dari pemdes dan masyarakat dikarenakan loncatan api dari Karhutla yang terjadi diduga dari PT RHM yang lokasinya bersebrangan dengan anak Sungai Medak.

“Adapun kondisi lahan yang sudah terbakar di areal ini diperkirakan sekitar lebih kurang 60 Ha dan kondisi api sudah terkepung di antara blok jalan kebun masyarakat dan mudah-mudahan ke depan angin tidak bertiup kencang lagi,” ungkapnya.

Lanjutnya, permasalahan di areal karhutbunlah bagi Tim Gabungan adalah kesulitan untuk menemukan sumber air. “Karena embung-embung yang ada sudah mulai kering,” ungkapnya lagi.

Baca Juga :  Lagi, Sejumlah 141 Pejabat Muba Dilantik
Ia menambahkan, langkah-langkah yang sudah dilakukan untuk lokasi ini dengan sudah dikomunikasikan dengan pihak pemdes.

“Dan berdasarkan persetujuan dari Ka KPH Lalan Mendis untuk mencari pinjaman alat berat untuk pembuatan dan memperdalam embung-embung sumber-sumber air, selain itu untuk menghindari meluasnya wilayah kebakaran tentunya saya harapkan seluruh perusahan yang berdekatan dengan lokasi kebakaran membuat parit parit kanal untuk meminimalisir kebakaran,” ulasnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Muba Indita mengaku hingga saat ini tim BPBD Muba masih berjibaku untuk memadamkan api supaya tidak meluas. “Saat ini pemadaman api terus berjalan,” bersama tim TNI dan Polri, masyarakat dan pihak-pihak perusahaan yang berdekatan dengan lokasi,” jawabnya singkat

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Muba, dr Azmi Dariusmansyah menyebutkan tim medis dari Dinas Kesehatan bersama Puskesmas setempat turun ke lapangan untuk membagikan masker ke warga setempat. “Selain membagikan masker, Dinkes juga membuka posko kesehatan,” ungkapnya.

Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin mengatakan bahwa Pemerintah Musi Banyuasin segera melakukan tindakan yang tegas dalam upaya penanggulangan Kebakaran hutan kebun dan lahan.

“Hari ini saya langsung menugaskan Wakil Bupati untuk segera turun ke Bayung lencir untuk mengumpulkan perusahaan- perusahaan dan kita paksa mereka untuk segera action langsung. Jadi bukan lagi preventif dan pencegahan tetapi mereka harus segera turunkan peralatan, sarana dan prasarana serta personil untuk memadamkan api di konsesi mereka”, tegas Dodi.

Baca Juga :  Kebut Operasional Lapter Sekayu
Saat ini, lanjut Dodi, Tim Water Bombing (Tim WB) telah turunkan 3 helikopter. Selain itu besok pagi akan ditambah kembali 1 lagi helikopter water bombing untuk mempercepat hasil pemadaman kebakaran.

“Berdasarkan hasil koordinasi saya dengan Dansatgas Karhutlah Tim WB saat ini telah berjibaku memadamkan api kecamatan bayung lencir, bersama seluruh stakeholder terkait baik tim Pemda TNI POLRI pihak perusahan masyarakat kita terus bersinergi dan berkolaborasi untuk percepatan pemadaman kebakaran. Saat ini semua sedang bertugas di lapangan,” bebernya.

Selang beberapa saat Wakil Bupati Beni Hernedi langsung mempimpin Rapat Kordinasi untuk menindaklanjuti percepatan pemadaman bersama stakeholder terkait.

“Tim pemadam api karhutbunlah juga terus ditambah untuk mempercepat pemadaman api, selain itu Pihak perusahaan yang dekat lokasi kebakaran untuk membuat kanal kanal untuk meminiliasir kebakaran,” sebut Beni.

Ia juga menginstruksikan kepada para pihak tim Karhutbunlah untuk all out memadamkan api. “Terus berkoordinasi dan jangan sampai api meluas,” tegasnya. /red/


INFOSEKAYU - Ahyar (51 tahun), warga Jalan Laut Kelurahan Soak Baru Kecamatan Sekayu Kabupaten Muba diamankan Polisi karena membakar lahan.


Ahyar merupakan pensiunan PNS yang membakar dilahan miliknya di Jalan Sekayu-Pendopo, Kamis (8/8/18) sekitar pukul 13.00 WIB.

Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti melalui Kasat Reskrim AKP Deli Haris mengatakan, perestiwa kebakaran lahan tersebut diketahui setelah pihak kepolisian mendapatkan informasi bahwa terjadi kebakaran Lahan di jalan Sekayu - Pendopo Kel Soak Baru.

"Kita mendapatkan informasi tersebut dari masyarakat sekitar bahwa terjadinya karhutbunla," ungkapnya.

"Saya memerintahkan Kanit PidSus Iptu Rusli beserta anggotanya untuk segera mengecek kebenaran tersebut. Dari olah TKP memang terlah terjadi kebakaran lahan dengan disengaja," kata Deli.

Lanjutnya, setelah pihaknya melakukan pemeriksaan olah TKP dan pemeriksaan saksi diketahui kebakaran lahan itu sengaja dibakar.

Dari intrograsi berhasil mengantongi satu nama pelaku pembakaran lahan.

"Pelaku dengan sengaja melakukan pembakaran lahan tanah seluas 5 hektar miliknya. Pelaku langsung diamankan Senin (12/8/19) oleh Tim Reskrim Pidana Khusus, pada saat diamankan pelaku tidak melakukan perlawanan," ungkapnya.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa 2 buah karet ban dalam mobil warna hitam, kawat sisa ban luar mobil yang terbakar berbentuk gulungan, 2 puntung / arang kayu bekas bakar dan sisa abu ban yang terbakar.

Ada juga barang bukti tiga pasang sepatu milik pelaku yang masih terdapat sisa abu bakaran yang menempel di sepatu tersebut,

"Saat ini pelaku sudah diamankan beserta barang buktinya, untuk tindak kejahatan tersebut pelaku kita kenakan pasal 187 ayat (1) Jo Pasal 188 KUHPidana," jelasnya.

Sementara, Ahyar mengakui semua perbuatan yang dilakukannya hal tersebut karena kelalaian diri sendiri.

"Saya akui saya pak karena kelalaian saya," ujarnya singkat. /red/

Sumber: Tribun Sumsel